This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 24 Maret 2015

Benar Enggak nih, Kopi bisa membuat Kulit Wajah Halus? (yang mau tau, baca dulu yuk)






Karena jeruk nipis yang biasa saya buat maskeran akhir-akhir ini susah didapatkan, saya akhirnya berselingkuh lagi dengan masker bahan alami lainnya yang bahannya mudah diapat. Kebetuan saya pas lagi iseng baca blog kecantikan nemu tips bahwa masker dengan kopi dapat menghaluskan wajah Karena kebetulan ada kopi nganggur punya mbak kost, akhirnya saya teruskan keisengan itu.
Sebagai informasi, agar para pembaca dapat menyesuaikan dengan kulit wajahnya, tipe kulit wajah saya ini normal to dry dan berminyak di area T. Karena saya membaca bahwa manfaat kopi ini dapat memngunci kelembapan kulit dan dapat mengangkat sel kulit mati. Akhirnya saya keracunan untuk mencobanya. Karena wajahnya menumpuh flek-flek hitam yang bikin gak enak dipandang.
Pertama kali memakainya…saya hanya mencampurnya dengan air hangat saja. Kopi yang saya gunakan adalah kopi rumahan, bukan kopi sasetan. Jadi masih ada butiran-butiran kasarnya semacam kaya scurb (jadi mungkin ini yang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati)  Saya wadahkan di mangkuk kecil lalu saya totol dengan kapas, setelah itu saya oleskan kewajah, dengan menggosok-gosokkan secara pelan dengan gerakan memutar. Dalam tahap ini pasti anda dapat mencium bau kopi yang khas membelai hidung anda (Ah lebay :P )  Rasannya pertama kali saya menggunakan masker kopi ini, mmm biasa aja sih…gak ada perubahan. Emang dasarnya saya juga enggak begitu peka sih. Karena enggak punya masker lain, jadinya saya teruskan saja pakai masker kopi ini. Tapi setelah 4 kali pemakaian yang saya gunakan tiap hari (dalam blog yang saya baca scrub kopi ini bisa digunakan tiap hari, dalam artian aman) wajah saya jadi amaaat sangaaaat haluuuussssss, dan memang terlihat lebih lembab gitu. Tapi untuk flek hitam saya masih nangkring di pipi. Saya seneng dong, secara dapat kopi gratisan yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik diri :D. Kesimpulannya, kopi ini memang terbukti ampuh untuk menghaluskan kulit wajah.
Bahan-bahan yang diperlukan pun tak perlu ribet-ribet, Air dan kopi saja sudah cukup. Kalau mau tambahan yang lain, bisa dicampurkan dengan madu dan minyak zaitu (ini bagi orang yang kulitnya kering-amat sangat kering)  sangat terjangkau buat para pembaca yang duitnya cekak macam saya T_T

Tips Pemakaian
1.    Bersihkan wajah terlebih dahulu sebelum menggunakan masker
2.  Jangan gunakan bubuk kopi sasetan karena sudah banyak campurannya gak ada scrubnya juga
3. Jangan menambahkan air terlalu banyak, jadi jangan kayak pas lagi bikin minuman kopi yang amat sangat encer itu. Biarkan agak sedikit kental kayak lumpur biar kita bisa sekalian meggosokkan scrubnya ke wajah.
4.Tunggu sampai kering dan bilas wajah dengan facial wash anda, karena kalau cuma pakek air saja, kadang kopinya masih nempel-nempel gitu, dan lagi biar wajah anda enggak kayak abis ketumpahan kopi, soalnya baunya itu lhoo..awet sekali, jadi karena saya enggak begitu suka sama wangi kopi ya saya langsung cuci wajah dengan sabun muka.

Manfaat kopi bagi kecantikan wajah

1.     Mencegah dan Mengurangi Kerutan di Kulit
2.      Menghaluskan Kulit
3.     Mencegah Timbulnya Jerawat
4.     Melembabkan Kulit
5.     Membantu Menghilangkan Sel Kulit Mati
6.     Menghilangkan Bau Badan
7.      Menghilangkan Selulit
8.     Menetralkan Kulit Yang Teriritasi
9.     Memberikan Nutrisi pada Kulit       

Rabu, 18 Maret 2015

Kamu Sering Bolos? Berarti Kamu Mirip Albert Einstein. (Yang sering bolos wajib baca)





Apakah kalian merasa bahwa pelajaran di kelas sangat membosankan? Guru-guru atau dosen-dosen mengajarkan sesuatu yang sudah kalian pelajari jauh hari sebelumnya? Kalian measa bahwa di luar kelas banyak hal yang justru bisa dipelajari dari pada ketika kalian berada di dalam kelas? Jangan khawatir, itu bukanlah tanda-tanda bahwa masa depanmu sedang menuju titik kehancuran. Karena perasaan seperti itu juga dialami ilmuan jenius yang lahir pada tanggal 14 Maret 1897 Albert Einstein.

Kalian tahu? Pencipta ilmu relativitas itu bahkan dijuluki oleh  profesor matematika-nya, Hermann Minkowski sebagai ‘Anak Malas yang Tidak Punya Masa Depan.’ Hal itu Terjdi Karen Einstein sering kali terlihat bolos kuliah dan adu argumen dengan profesornya, dapat disimpulkan bahwa Einstein bukanlah orang yang rajin masuk kuliah dan menghormati dosen.

Perilaku Einstein yang seperti itu sangat beralasan, anak sejenius Einstein yang bahkan berfikir lebih maju dari pada dosennya pasti begitu bosan dengan apa yang diajarkan oleh dosennya, karena dia ternyata sudah mempelajarinya sejak umurnya 12 tahun. Jauh sebelum dia masuk kuliah. Jadi kenapa harus buang waktu mempelajari sesuatu yang sudah diketahui?

Alasan ia sering bolos sebenarnya karena ia punya guru-guru lain yang ia anggap jauh lebih pintar dan dapat memberikan ilmu yang belum ia keahui sebelumnya, namun orang-orang tersebut tidak mengajar di kampusnya. Jadi saat ia bolos, ia bukan main, namun belajar langsung di lapangan.

 Secara jujur Einstein akui, bahwa semua ilmu yang Hermann coba ajarkan, ia sudah ketahui semua. Ia pun mengaku, tidak suka dengan mata pelajaran yang berbau hafalan, seperti sejarah, geografi, dan bahasa, yang menurutnya sangat tidak menantang. Hayoo siapa yang mirip Einstein?

Oleh orang-orang di sekitarnya, Albert Einstein muda dikenal sebagai anak ajaib yang senang belajar matematika, musik, dan sains. Pamannya, Jakob Einstein, adalah orang yang mengajarinya aljabar, sementara mahasiswa cerdas, Max Talmud, adalah orang yang mengajarinya pelajaran filsafat dan sains.

Einstein mengaku, ilmu-ilmu yang membuatnya pintar, justru datang dari luar kampus, sehingga ia malas berlama-lama duduk di kelas, mendengarkan dosen yang coba mengajari sesuatu yang ia sudah tahu.

Ia bahkan pernah berkata, andai saja tak dipaksa orangtuanya belajar secara formil di sekolah dan kampus, ia yakin akan bisa lebih banyak menemukan teori- teori hebat dalam hidupnya. WOW

http://ads.viva.co.id/ads/www/delivery/lg.php?bannerid=6&campaignid=17&zoneid=36&loc=http%3A%2F%2Flife.viva.co.id%2Fnews%2Fread%2F601907-mau-tahu--alasan-albert-einstein-sering-bolos-kuliah-%3FlinkId%3D12937540&cb=c2d80b06f7


Jumat, 13 Maret 2015

Permintaan Maaf



Maaf atas ketidak nyamanan anda atas gambar berbau porno yang muncul di blog saya. Perlu diketahui bahwa itu bukan karya saya apalagi saya sengaja menaruhnya disana. Sepertinya itu ulah orang iseng..atau mungkin ulah cracker yang mungkn sedang tertarik dengn blog saya. Untuk siapa saja yang membobol blog saya. Saya ucapkan terimakasih atas pengalaman yang berharga ini.

Selasa, 06 Januari 2015

Mati Suri





Setelah beberapa kali ngeblog dengan cuma copas (copy-paste) akhirnya saya punya keinginan juga untuk menulis blog dengan tangan saya sendiri, dan pikiran saya sendiri. Sejujurnya saya merasa akhir-akhir ini agak “mati suri”. Entahlah..mungkin saya terlalu banyak dosa hingga kepekaan saya ngumpet dibalik tumpukan dosa, dan untuk mengambil kepekaan saya kembali itu, saya harus berjuang mencari-cari dan membersihkan tumpukan dosa yang sudah menggunung  dan lengket di hati saya itu. Saya harus banyak-banyak meminta ampun pada Tuhan. Saya berbulan-bulan ini, merasakan hal yang dinamakan “hampa”. Kehampaan pada makna hidup yang ada pada diri saya. Ya pertanyaan tentang makna hidup itu selalu muncul pada titik terendah keimanan manusia. Entah itu keputus asaan, perasaan tidak berguna, perasaan tidak dipedulikan atau perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Saya memarahi “pertanyaan makna hidup” yang baru muncul sekarang. “Dulu-dulu pas kamu masih enjoy sama diriku, kamu itu kemana? Gak pernah muncul, kasih kabar aja enggak. Begitu aku kebingungan kok kamu muncul, bukannya bantu, eeh malah ngasih pertanyaan yang susah dijawab begitu.” Itulah omelan saya pada makna hidup yang sebenarnya mengomeli diri saya sendiri.

Lalu apakah sekarang dengan menulis blog ini saya sudah menemukan makna hidup saya? Tentu saja belum. Apakah saya sudah tidak merasa hampa? Tentu saja masih. Bosan, dan jengah pada diri saya sendiri. Ekspektasi saya terlalu tinggi tapi badan saya macet untuk diajak sekedar bergerak. Kalau saja saya semacam amoeba, tentu saya akan membelah diri, kemudian diri saya yang baik yang tadi memberikan pertanyaan tentang makna hidup ini, menampar dengan amat sangat keras diri saya lainnya yang bermalas-malasan dan sampai pada umur 21 tahun ini tidak berguna. Dan menayakan sederet pertanyaan ini
1.      Kamu sudah ngapain aja sih sejauh ini?
2.      Kamu sudah berbuat apa saja buat ibu dan keluarga?
3.      Kamu sudah dapat prestasi apa saja?
4.      Katanya mau dhikrulan tiap malam jumat kliwon udah?
5.      katanya mau rutin sholat dhuha, udah?
6.      katanya mau rutin tahajud, udah?
7.      Katanya mau jadi novelis, tapi karyamu enggak pernah selesai, kamu ini bagaimana?
8.      Katanya kamu punaya analisis dan pengamatan yang hebat, tapi mana hasilnya?
9.      Kamu punya orang terdekat yang hebat, tapi kamu? kamu ini mau jadi apa haa??/
Sederet pertanyaan yang jawabannya bahkan masih kosong. Ah...hidup..apakah selalu begini? Apakah karena Tuhan ingin aku begitu dekat dengannya sampai ia menghadirkan kehampaan ini.
“Kalau kau begitu bosan dengan hidupmu, berarti kamu bosan dengan dirimu sendiri” (Mario teguh)
Sebenarnya saya punya kutipan-kutipan perkataan yang keren, untuk mengguggah semangat saya, tapi karena kutipan itu sudah pernah saya baca, jadi kutipan itu tidak mengetuk diri saya lagi. Tapi kabar baiknnya, karena saya sudah bisa menulis apa yang saya pikirkan dengan lancar, sepertinya saya sudah sedikit demi sedikit menemukan apa yang saya cari, saya juga sudah mengais-ngais kumpulan impian waktu kecil saya, impian-impian yang terbentur dengan realitas. Lalu menyusunnya dengan amat sangat hati-hati, saya akan berusaha untuk menjauhkannya dari mara bahaya agar tidak tercecer lagi, dan pada akhirnya membuat saya hampa lagi. Terimakasih Tuhan.


Sabtu, 20 Desember 2014

Kisah Mengharukan, Bu Risma dengan Anak Tuna Grahita





Oleh : Farida Hardaningrum
Hari ini saya mendapat pengalaman yang sangat mengesankan…
Mengikuti acara Penganugerahan Pendamping terbaik bagi para mahasiswa di Surabaya yang telah sukses membina adik-adik asuh untuk kembali bersekolah. Acara berlangsung meriah, anak-anak jalanan yang telah berubah menjadi pelajar tampil di panggung. Prestasi mereka beragam, ada yang juara menyanyi, berprestasi di sekolah, hingga meraih medali perak tingkat nasional untuk balap sepeda.
Walikota Surabaya (Ibu Tri Risma Harini) tidak canggung menyebut mereka sebagai “Anak-anak Saya”.

Tapi bukan itu yang membuat saya dan belasan orang mengharu biru… Ketika acara telah berakhir, dan Walikota beserta rombongan telah meninggalkan tempat acara, yaitu Liponsos/Lingkungan Pondok Sosial Kalijudan yang menampung anak berkebutuhan khusus…

Tiba-tiba dari dalam gedung pertemuan terdengar seorang anak menangis meraung-raung, menyebut ibunya… Cukup lama dia menangis sehingga banyak yang datang padanya, termasuk saya. Ternyata ia adalah seorang anak tuna grahita berusia sekitar 15 tahun. Pada acara pembukaan tadi saya lihat si Umay (nama anak itu) sangat asyik berjoget gembira…

Tangisnya makin menggema.. sambil terus memanggil-manggil.. di mana Ibuku… di mana Ibuku….Ada apa gerangan?? Menurut penjelasan pengurus Pondok, ternyata Umay kehilangan “Ibunya” yang tak lain adalah Walikota Surabaya, Tri Risma Harini… Rupanya, saat bu Risma pulang, dia tengah berada di kamar mandi… Istilah Jawa-nya adalah “kelayu”…

Tak seorang pun bisa mendiamkan Umay, sehingga pimpinan Pondok berinisiatif menelpon seseorang. Saya dengar beliau melaporkan bahwa Umay tidak bisa berhenti menangis. Ternyata yang ditelpon adalah bu Risma!

Saya cuma berpikir… Ah, mungkin itu hanya bersifat laporan… mana mungkin seorang walikota mau kembali hanya untuk menenangkan anak tuna grahita…?
Tapi sekitar 5 menit kemudian…. Subhanallah…. Masuklah sebuah mobil Innova hitam yang tadi dikendarai bu Walikota ke dalam halaman Liponsos..dan bu Risma pun turun…

Orang-orang segera memanggil Umay, dan berbaurlah bocah itu ke pelukan “Ibunya”….
Bagaikan sikap seorang Ibu kepada anaknya, bu Walikota mendekap dan bertanya, kenapa tadi Umay tidak ikut mengantar? Terlihat si Umay begitu manja dan tak mau lepas dari pelukan “Ibunya” itu… sehingga bu Risma harus mengatakan “Ibu harus mencari uang untuk makan kamu… supaya kamu bisa belajar joget dan menyanyi…” Akhirnya Umay pun mau melepaskan pelukan, disertai senyuman….
Sungguh… sebuah kejadian yang sangat jauh dari rekayasa, apalagi pencitraan…

Copas From:http://www.sangpencerah.com

Jumat, 19 Desember 2014

Jepang Bayar Royalti 100 Juta untuk Lagu Bengawan Solo




Kepala Bagian Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Agung Damar Sasongko mengatakan pemerintah Jepang melalui lembaga penanganan hak cipta dan royalti di negara itu membayar royalti lagu Bengawan Solo karya Gesang Martohartono.

“Royalti untuk lagu Bengawan Solo Rp 80-100 juta per tahun,” kata Agung dalam diskusi yang diselenggarakan Intellectual Property Rights Watch di Restoran Kembang Goela, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Desember 2014.

Menurut Agung, royalti tersebut akan digunakan untuk kepentingan sosial, karena almarhum Gesang tidak memiliki keturunan yang berhak menerima royalti lagu Bengawan Solo.
Meskipun Jepang membayar royalti, Agung menegaskan, tidak berarti lagu Bengawan Solo boleh diklaim sebagai milik Jepang. “Mereka hanya membayar royalti,” ujar Agung.

Agung menjelaskan, lagu Bengawan Solo diminati di Jepang karena bangsa Jepang menyenangi lagu bertema alam. Lagu lain yang bertema alam yang juga populer di Negeri Sakura adalah Berita Kepada Kawan karya Ebiet G. Ade. “Jepang kemudian menerjemahkan lagu-lagu ke dalam bahasa Jepang,” ucapnya.

Menurut Agung, pemerintah Indonesia telah membentuk Lembaga Manajemen Kolektif yang memiliki tugas dan fungsi menangani masalah yang berkaitan dengan pengurusan hak cipta dan royalti. Namun justru lembaga serupa di negara lain yang lebih peduli pada pemberian penghargaan terhadap hasil karya musik dan lagu dari Indonesia. “Kenapa bukan oleh LMK nasional?” tutur Agung.


Keberadaan Lembaga Manajemen Kolektif tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat pada 16 September 2014. Dalam beleid itu disebutkan bahwa Lembaga Manajemen Kolektif adalah institusi yang berbentuk badan hukum nirlaba yang diberi kuasa oleh pencipta, pemegang hak cipta, dan/atau pemilik hak terkait guna mengelola hak ekonominya dalam bentuk menghimpun dan mendistribusikan royalti.


Copas From:http://japanesestation.com

Udah di eksekusi Mati setelah 70 tahun, Baru Ketahuan Enggak Bersalah. Sakitnya Tuh disini!



George Stinney Jr baru berusia 14 tahun saat dia divonis hukuman mati karena dianggap terbukti membunuh dua gadis berusia tujuh dan 11 tahun.

Namun, 70 tahun setelah eksekusi dan menjadi orang termuda yang dieksekusi mati pada abad ke-20 di AS, akhirnya terbukti bahwa George tidak bersalah.

Keputusan pengadilan di Carolina Selatan yang akhirnya menyatakan bahwa George Stinney Jr tak bersalah disambut gembira pihak keluarga dan para aktivis hak-hak sipil yang memperjuangkan hal ini selama bertahun-tahun.

Sayangnya, pengakuan ini datang terlambat. Jika pengakuan ini datang 70 tahun lalu, George mungkin masih hidup dan berusia 84 tahun saat ini.

Saat dieksekusi pada 1944, tubuh George masih sangat pendek sehingga dia harus duduk di tumpukan buku telepon agar bisa menjalani hukuman di kursi listrik.

George tinggal bersama keluarganya di kota Alcolu, Carolina Selatan, saat dia dituduh membunuh Betty June Binnicker (11) dan Mary Emma Thames (7) pada 23 Maret 1944.

Kedua bocah perempuan itu hilang saat sedang bersepeda bersama dan jasad mereka ditemukan sehari kemudian. Keduanya tewas dipukuli dengan menggunakan paku rel kereta api.

Sejumlah saksi mata saat itu mengklaim melihat George sedang memetik bunga dengan kedua bocah itu sebelum keduanya ditemukan tewas.

George kemudian ditahan dan diperiksa. Setelah dipisahkan dari kedua orangtuanya, George mengakui kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Pengadilan kilat

Saat disidang, semua juri adalah laki-laki kulit putih hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit untuk menyatakan bocah kecil itu bersalah atas pembunuhan kedua bocah perempuan tersebut.

Sidang pembunuhan itu sendiri hanya berlangsung kurang dari satu hari. George saat itu menolak untuk mengajukan banding.

Pada Rabu (17/12/2014), hakim Carmen Mullins dalam amar putusannya mengatakan, sistem pengadilan saat itu memperlakukan George dengan tidak adil karena tidak menyediakan pembela bagi George.

Hakim Carmen juga menggarisbawahi pengakuan George kepada polisi yang tampaknya akibat paksaan dan tak ada bukti fisik yang kuat untuk mengaitkan George dengan kematian kedua bocah perempuan itu.

Apalagi, saudara laki-laki George saat itu bersaksi bahwa dia bersama George sepanjang hari pada waktu yang sama dengan saat kedua anak perempuan itu hilang dan kemudian ditemukan tewas.

"Dari waktu ke waktu, kita diminta untuk mengevaluasi kembali sejarah kita dan mengoreksi ketidakadilan jika kita mampu melakukan itu," ujar hakim Carmen.

"Saya tak bisa memikirkan bentuk ketidakadilan lain selain pelanggaran terhadap hak-hak konstitusional seseorang yang telah terbukti dalam kasus ini," lanjut hakim Carmen.

Hakim Carmen juga menyebut mengeksekusi mati seorang bocah berusia 14 tahun sebagai sebuah perbuatan kejam dan tak lazim.

"Mereka mengambil saudara saya dan sejak saat itu saya tak pernah melihat ibu saya tertawa kembali," kata salah satu saudara perempuan George, Amie Ruffner (78).



Copas From :http://internasional.kompas.com