This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 25 Maret 2015

Mimpi: Percaya Vs Tidak Percaya



Pernah enggak sih kalian begitu percaya dengan mimpi yang kalian alami? Atau kalian tipe orang yang langsung skeptik “Apaan sih, mimpi doing. Enggak usah difikirin lah, itu kan Cuma bunga tidur”

Biar  blog ini enggak cuma soal omongan ngalor-ngidul doang, gue tambahi pengertian mimpi itu sendiri dari ahli tafsir mimpi ilmiah :D, Mbah Freud (ingat bacanya froid). Sebenernya gue engak begitu suka yang begitu terpaku sama pendapat orang tentang sesuatu (baca: teori) tapi ya udah lah ya, kan juga udah mau ditulis. Jadi menurut mbah Freud ini mimpi ini berasal dari keinginan-keinginan bawah sadar orang yang bermimpi. Terlepas dari teori Freud tentang mimpi soal pemadatanan dan pemindahan apalah apalah itu, gue mau sedikit curhat (gue enggak mau bahas terlalu jauh teori Freud soal ini, pusing bacanya). Gue tipe orang yang agak parno sama mimpi dan begitu tertarik dengan sesuatu yang berbau ghoib dan supranatural gitu, walaupun gue bukan orang yang punya indra keenam, dukun atau semacamnnya sih.

Kepercayaan gue sama mimpi, mungkin dipengaruhi oleh bintang gue, gue lahir di bulan maret,berbintang pisces. Keluarga gue yang juga percaya sama mimpi, memperparah keparnoan gue. Tapi bagaimana hukumnya dalam islam? Dalam islam, mimpi itu sendiri terdapat dua kategori, mimpi baik yang berasal dari Alloh dan mimpi buruk yang berasal dari syetan. Mimpi bisa diartikan sebagai petunjuk. Mimpi dalam islam mempunyai posisi yang agung karena mimpi dijadikan Nabi Muhammad sebagai isyarat akan datangnya kabar gembira (bukan Mastin).

Mimpi itu gambaran dari hal yang sedang terjadi, seperti yang disampaikan mbah Freud tadi, berasal dari alam bawah sadar sang pemimpi :D. atau bisa juga petunjuk sesuatu yang akan terjadi.

Menurut keluarga gue, mimpi yang bisa dipercaya dan bisa dikatakan bahwa itu adalah sebuah petunjuk adalah mimpi yang terjadi pada malam hari, sepertiga malam gitu. Selebihnya bisa jadi hanya bunga tidur, atau bahkan karena syetan.

Gue sendiri udah pernah mengalami kesemua jenis mimpi itu, entah mimpi yang berasal dari syetan, mimpi sebagai petunjuk, dan mimpi yang berasal dari kecemasan-kecemasan.

Biasanya nih, kalok gue bangun-bangun tiba-tiba sangat teringat dengan mimpi gue semalem, gue langsung cari artinya di google sambil harap-harap cemas, kalau tafsiran mimpi gue bagus, ya gue seneng dong, sambil bilang “Amiin” dalam hati. Kayak kejadian tadi pagi, gue mimpi lihat ikan di sungai yang banyaaak banget, saking banyaknya, gue sampek ngeri, gue gak tau itu ikan apa. Yang jelas warnanya item gitu terus gede banget. Pas gue liat tafsirannya katanya mau dapet rejeki. Ya gue sih aminin aja. 3 jam kemudian gue ditelpon ibu gue dan ibu gue bilang kalau dapet rejeki mendadak, dan besok kamis gue dikirimin uang. Alhamdulillaaah :D

Kalau mimpi yang gue alami tentang kejadian yang buruk gitu, biasanya itu adalah kejadian yang sudah gue alami sebelumnya, dan kejadian itu mungkin gue repress ke alam bawah sadar gue dan muncul dalam berupa mimpi, jadi untuk mimpi buruk sih, gue enggak begitu mikirin, karena ya itu biasanya udah gue alami sendiri. 

Untuk mimpi yang dengan campur tangan syetan, biasanya sih bikin gue ketindihan waktu mimpi, dan itu jelas banget. Stelah berhasil bangun, biasanya gue langsung do’a dan balik tidur lagi, untungnya enggak mimpi buruk lagi.

Selasa, 24 Maret 2015

Benar Enggak nih, Kopi bisa membuat Kulit Wajah Halus? (yang mau tau, baca dulu yuk)






Karena jeruk nipis yang biasa saya buat maskeran akhir-akhir ini susah didapatkan, saya akhirnya berselingkuh lagi dengan masker bahan alami lainnya yang bahannya mudah diapat. Kebetuan saya pas lagi iseng baca blog kecantikan nemu tips bahwa masker dengan kopi dapat menghaluskan wajah Karena kebetulan ada kopi nganggur punya mbak kost, akhirnya saya teruskan keisengan itu.
Sebagai informasi, agar para pembaca dapat menyesuaikan dengan kulit wajahnya, tipe kulit wajah saya ini normal to dry dan berminyak di area T. Karena saya membaca bahwa manfaat kopi ini dapat memngunci kelembapan kulit dan dapat mengangkat sel kulit mati. Akhirnya saya keracunan untuk mencobanya. Karena wajahnya menumpuh flek-flek hitam yang bikin gak enak dipandang.
Pertama kali memakainya…saya hanya mencampurnya dengan air hangat saja. Kopi yang saya gunakan adalah kopi rumahan, bukan kopi sasetan. Jadi masih ada butiran-butiran kasarnya semacam kaya scurb (jadi mungkin ini yang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati)  Saya wadahkan di mangkuk kecil lalu saya totol dengan kapas, setelah itu saya oleskan kewajah, dengan menggosok-gosokkan secara pelan dengan gerakan memutar. Dalam tahap ini pasti anda dapat mencium bau kopi yang khas membelai hidung anda (Ah lebay :P )  Rasannya pertama kali saya menggunakan masker kopi ini, mmm biasa aja sih…gak ada perubahan. Emang dasarnya saya juga enggak begitu peka sih. Karena enggak punya masker lain, jadinya saya teruskan saja pakai masker kopi ini. Tapi setelah 4 kali pemakaian yang saya gunakan tiap hari (dalam blog yang saya baca scrub kopi ini bisa digunakan tiap hari, dalam artian aman) wajah saya jadi amaaat sangaaaat haluuuussssss, dan memang terlihat lebih lembab gitu. Tapi untuk flek hitam saya masih nangkring di pipi. Saya seneng dong, secara dapat kopi gratisan yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik diri :D. Kesimpulannya, kopi ini memang terbukti ampuh untuk menghaluskan kulit wajah.
Bahan-bahan yang diperlukan pun tak perlu ribet-ribet, Air dan kopi saja sudah cukup. Kalau mau tambahan yang lain, bisa dicampurkan dengan madu dan minyak zaitu (ini bagi orang yang kulitnya kering-amat sangat kering)  sangat terjangkau buat para pembaca yang duitnya cekak macam saya T_T

Tips Pemakaian
1.    Bersihkan wajah terlebih dahulu sebelum menggunakan masker
2.  Jangan gunakan bubuk kopi sasetan karena sudah banyak campurannya gak ada scrubnya juga
3. Jangan menambahkan air terlalu banyak, jadi jangan kayak pas lagi bikin minuman kopi yang amat sangat encer itu. Biarkan agak sedikit kental kayak lumpur biar kita bisa sekalian meggosokkan scrubnya ke wajah.
4.Tunggu sampai kering dan bilas wajah dengan facial wash anda, karena kalau cuma pakek air saja, kadang kopinya masih nempel-nempel gitu, dan lagi biar wajah anda enggak kayak abis ketumpahan kopi, soalnya baunya itu lhoo..awet sekali, jadi karena saya enggak begitu suka sama wangi kopi ya saya langsung cuci wajah dengan sabun muka.

Manfaat kopi bagi kecantikan wajah

1.     Mencegah dan Mengurangi Kerutan di Kulit
2.      Menghaluskan Kulit
3.     Mencegah Timbulnya Jerawat
4.     Melembabkan Kulit
5.     Membantu Menghilangkan Sel Kulit Mati
6.     Menghilangkan Bau Badan
7.      Menghilangkan Selulit
8.     Menetralkan Kulit Yang Teriritasi
9.     Memberikan Nutrisi pada Kulit       

Rabu, 18 Maret 2015

Kamu Sering Bolos? Berarti Kamu Mirip Albert Einstein. (Yang sering bolos wajib baca)





Apakah kalian merasa bahwa pelajaran di kelas sangat membosankan? Guru-guru atau dosen-dosen mengajarkan sesuatu yang sudah kalian pelajari jauh hari sebelumnya? Kalian measa bahwa di luar kelas banyak hal yang justru bisa dipelajari dari pada ketika kalian berada di dalam kelas? Jangan khawatir, itu bukanlah tanda-tanda bahwa masa depanmu sedang menuju titik kehancuran. Karena perasaan seperti itu juga dialami ilmuan jenius yang lahir pada tanggal 14 Maret 1897 Albert Einstein.

Kalian tahu? Pencipta ilmu relativitas itu bahkan dijuluki oleh  profesor matematika-nya, Hermann Minkowski sebagai ‘Anak Malas yang Tidak Punya Masa Depan.’ Hal itu Terjdi Karen Einstein sering kali terlihat bolos kuliah dan adu argumen dengan profesornya, dapat disimpulkan bahwa Einstein bukanlah orang yang rajin masuk kuliah dan menghormati dosen.

Perilaku Einstein yang seperti itu sangat beralasan, anak sejenius Einstein yang bahkan berfikir lebih maju dari pada dosennya pasti begitu bosan dengan apa yang diajarkan oleh dosennya, karena dia ternyata sudah mempelajarinya sejak umurnya 12 tahun. Jauh sebelum dia masuk kuliah. Jadi kenapa harus buang waktu mempelajari sesuatu yang sudah diketahui?

Alasan ia sering bolos sebenarnya karena ia punya guru-guru lain yang ia anggap jauh lebih pintar dan dapat memberikan ilmu yang belum ia keahui sebelumnya, namun orang-orang tersebut tidak mengajar di kampusnya. Jadi saat ia bolos, ia bukan main, namun belajar langsung di lapangan.

 Secara jujur Einstein akui, bahwa semua ilmu yang Hermann coba ajarkan, ia sudah ketahui semua. Ia pun mengaku, tidak suka dengan mata pelajaran yang berbau hafalan, seperti sejarah, geografi, dan bahasa, yang menurutnya sangat tidak menantang. Hayoo siapa yang mirip Einstein?

Oleh orang-orang di sekitarnya, Albert Einstein muda dikenal sebagai anak ajaib yang senang belajar matematika, musik, dan sains. Pamannya, Jakob Einstein, adalah orang yang mengajarinya aljabar, sementara mahasiswa cerdas, Max Talmud, adalah orang yang mengajarinya pelajaran filsafat dan sains.

Einstein mengaku, ilmu-ilmu yang membuatnya pintar, justru datang dari luar kampus, sehingga ia malas berlama-lama duduk di kelas, mendengarkan dosen yang coba mengajari sesuatu yang ia sudah tahu.

Ia bahkan pernah berkata, andai saja tak dipaksa orangtuanya belajar secara formil di sekolah dan kampus, ia yakin akan bisa lebih banyak menemukan teori- teori hebat dalam hidupnya. WOW

http://ads.viva.co.id/ads/www/delivery/lg.php?bannerid=6&campaignid=17&zoneid=36&loc=http%3A%2F%2Flife.viva.co.id%2Fnews%2Fread%2F601907-mau-tahu--alasan-albert-einstein-sering-bolos-kuliah-%3FlinkId%3D12937540&cb=c2d80b06f7


Jumat, 13 Maret 2015

Permintaan Maaf



Maaf atas ketidak nyamanan anda atas gambar berbau porno yang muncul di blog saya. Perlu diketahui bahwa itu bukan karya saya apalagi saya sengaja menaruhnya disana. Sepertinya itu ulah orang iseng..atau mungkin ulah cracker yang mungkn sedang tertarik dengn blog saya. Untuk siapa saja yang membobol blog saya. Saya ucapkan terimakasih atas pengalaman yang berharga ini.

Selasa, 06 Januari 2015

Mati Suri





Setelah beberapa kali ngeblog dengan cuma copas (copy-paste) akhirnya saya punya keinginan juga untuk menulis blog dengan tangan saya sendiri, dan pikiran saya sendiri. Sejujurnya saya merasa akhir-akhir ini agak “mati suri”. Entahlah..mungkin saya terlalu banyak dosa hingga kepekaan saya ngumpet dibalik tumpukan dosa, dan untuk mengambil kepekaan saya kembali itu, saya harus berjuang mencari-cari dan membersihkan tumpukan dosa yang sudah menggunung  dan lengket di hati saya itu. Saya harus banyak-banyak meminta ampun pada Tuhan. Saya berbulan-bulan ini, merasakan hal yang dinamakan “hampa”. Kehampaan pada makna hidup yang ada pada diri saya. Ya pertanyaan tentang makna hidup itu selalu muncul pada titik terendah keimanan manusia. Entah itu keputus asaan, perasaan tidak berguna, perasaan tidak dipedulikan atau perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Saya memarahi “pertanyaan makna hidup” yang baru muncul sekarang. “Dulu-dulu pas kamu masih enjoy sama diriku, kamu itu kemana? Gak pernah muncul, kasih kabar aja enggak. Begitu aku kebingungan kok kamu muncul, bukannya bantu, eeh malah ngasih pertanyaan yang susah dijawab begitu.” Itulah omelan saya pada makna hidup yang sebenarnya mengomeli diri saya sendiri.

Lalu apakah sekarang dengan menulis blog ini saya sudah menemukan makna hidup saya? Tentu saja belum. Apakah saya sudah tidak merasa hampa? Tentu saja masih. Bosan, dan jengah pada diri saya sendiri. Ekspektasi saya terlalu tinggi tapi badan saya macet untuk diajak sekedar bergerak. Kalau saja saya semacam amoeba, tentu saya akan membelah diri, kemudian diri saya yang baik yang tadi memberikan pertanyaan tentang makna hidup ini, menampar dengan amat sangat keras diri saya lainnya yang bermalas-malasan dan sampai pada umur 21 tahun ini tidak berguna. Dan menayakan sederet pertanyaan ini
1.      Kamu sudah ngapain aja sih sejauh ini?
2.      Kamu sudah berbuat apa saja buat ibu dan keluarga?
3.      Kamu sudah dapat prestasi apa saja?
4.      Katanya mau dhikrulan tiap malam jumat kliwon udah?
5.      katanya mau rutin sholat dhuha, udah?
6.      katanya mau rutin tahajud, udah?
7.      Katanya mau jadi novelis, tapi karyamu enggak pernah selesai, kamu ini bagaimana?
8.      Katanya kamu punaya analisis dan pengamatan yang hebat, tapi mana hasilnya?
9.      Kamu punya orang terdekat yang hebat, tapi kamu? kamu ini mau jadi apa haa??/
Sederet pertanyaan yang jawabannya bahkan masih kosong. Ah...hidup..apakah selalu begini? Apakah karena Tuhan ingin aku begitu dekat dengannya sampai ia menghadirkan kehampaan ini.
“Kalau kau begitu bosan dengan hidupmu, berarti kamu bosan dengan dirimu sendiri” (Mario teguh)
Sebenarnya saya punya kutipan-kutipan perkataan yang keren, untuk mengguggah semangat saya, tapi karena kutipan itu sudah pernah saya baca, jadi kutipan itu tidak mengetuk diri saya lagi. Tapi kabar baiknnya, karena saya sudah bisa menulis apa yang saya pikirkan dengan lancar, sepertinya saya sudah sedikit demi sedikit menemukan apa yang saya cari, saya juga sudah mengais-ngais kumpulan impian waktu kecil saya, impian-impian yang terbentur dengan realitas. Lalu menyusunnya dengan amat sangat hati-hati, saya akan berusaha untuk menjauhkannya dari mara bahaya agar tidak tercecer lagi, dan pada akhirnya membuat saya hampa lagi. Terimakasih Tuhan.