This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Selasa, 02 Desember 2014
Kabar Gembira ! Asian Film Festifal (JAFF) tahun ini ada di Jogja !!
Jumat, 28 November 2014
Tunanetra Pengajar yang Kuat Berakar
Budiono, nama pria sederhana itu. Tak bukan, ia adalah pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Manunggal, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.
Budiono terlahir pada 16 juli 1973 di Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah. Meskipun tunanetra, pria dengan dua anak tersebut punya semangat dan tekad membaja untuk mengajar siswa-siswi yang juga tunanetra.
Suami Sri Nurfatati itu menilai, persentase pengajaran di SLB yang tepat adalah 40 persen akademis dan 60 persen ketrampilan sebagai tenaga pengajar yang juga difabel.
Budiono sendiri adalah alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Penyiaran UIN Sunan Kalijaga. Ia berharap kelak murid-muridnya bisa hidup mandiri dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Sumber:
edukasi.kompas.com/read/2014/11/28/09530601/Budiono.Pengajar.Tunanetra.Bertekad.Baja
Editor: Lathif
Bocah Penggembala Kerbau dari Plered Jadi Pesepak Bola Dunia
Namanya dielu-elukan saat mendapatkan tropi pemain terbaik nasional U-12. Perawakannya, yang tergolong tinggi dibanding teman-teman satu timnya, membawa kelebihan tersendiri saat dia mengolah si kulit bulat.
Meski kerap mendapat anugerah pencetak gol terbanyak, dia terlihat tak pernah sombong. Keceriaan dan keluguan anak-anak desa lebih terasa ketika berbincang dengannya. Bahkan ketika diwawancara oleh media, ia terkadang malu-malu menjawabnya.
Kini, namanya sudah mendunia. Sejumlah pihak dari media TV asing mengincarnya untuk wawancara. Bahkan, bulan depan, ada media TV dari Perancis sengaja datang ke Indonesia hanya untuk mewawancarainya.
Bocah itu adalah Yadi Mulyadi, siswa SMPN 6 Purwakarta, Jawa Barat. Kesehariannya sangat sederhana, sangat jauh dari kemewahan ataupun hura-hura. Kehidupannya saat ini merupakan anugerah terbesar baginya. Dulu, selain sekolah, ia bekerja menggembalakan kerbau.
"Dulu suka bantu Pak Aki (kakeknya)," ujar Yadi di Purwakarta, belum lama ini.
Yadi dan kakeknya tinggal di sebuah rumah panggung dari kayu. Ukurannya kecil, nyaris tak bersekat. Letaknya agak mengerikan, berada di kemiringan yang relatif terjal di pelosok Plered, Purwakarta. Di bagian bawah rumah terdapat sawah, tempat sang kakek mengadu nasib.
Sang kakek bekerja sebagai petani. Sejak kecil, Yadi suka membantu kakeknya. Menggembalakan kerbau sudah dilakukannya sejak masih bersekolah di SDN Linggarsari I Purwakarta. Sepulang sekolah, ia pasti membantu kakeknya dengan menggembala kerbau.
Cita-cita terbesarnya adalah membahagiakan sang kakek. Segala upaya dan kerja kerasnya menjadi juara di setiap pertandingan hanya untuk kakeknya. "Ingin jadi pemain terbaik, timnya juara, biar Pak Aki senang, biar bisa ngasih uang sama Pak Aki," tutur dia.
Pelatih Yadi, M Ramdan, menyatakan, Yadi sejak bayi diurus oleh kakeknya. Ibunya yang bekerja sebagai TKI membuat mereka terpisah. Yadi pun punya ikatan emosional dan menjadi lebih dekat dengan kakeknya. "Yadi lebih memilih tinggal dengan kakeknya daripada ibunya," kata Ramdan.
Yadi dan Asad
Pertemuan Yadi dengan tim Asad 313 Purwakarta berawal dari pertandingan SD se-Purwakarta. Saat itu, perhatian Alwi selaku manajer, dan Ramdan selaku pelatih, tersedot oleh penampilan Yadi. Setelah permainan usai, tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung mengajak Yadi bergabung ke SSB Asad.
"Kami melihat potensi yang besar dari diri Yadi. Ia memiliki kemampuan yang luar biasa, dan kami menemukannya pada waktu yang tepat karena ekonomi yang menghimpit keluarganya membuat ia saat itu hampir menjadi anak jalanan," ucap Ramdan.
Yadi dikenal tekun berlatih. Bahkan, ia kerap menambah jadwal latihan yang telah ditetapkan, terutama saat akan bertanding di Brasil. "Suka nambah latihan dengan sasapedahan (naik sepeda) biar napasnya lebih kuat, jadi tandingnya bisa lama. Kan lawannya besar-besar," ucapnya.
Bahkan, ia tak segan-segan untuk meminta latihan ekstra kepada pelatih. Mulai dari latihan menendang ke arah gawang atau latihan fisik lainnya. Keseriusannya di bidang ini membuatnya bisa bermain di berbagai posisi.
Sebagai penyerang, tendangannya ke mulut gawang sangat akurat. Ia pun pandai membuyarkan perhatian lawan sehingga mampu membuka ruang untuk pergerakan teman-temannya. Bahkan, ketika lini pertahanan dalam bahaya, Yadi bisa turun dan membantu lini belakang ini.
Kemampuannya ini pula yang membuat Yadi dilirik klub sepak bola Eropa. Belum lama ini, perwakilan klub tersebut berbincang dengan Alwi, Manajer Asad. "Pembicaraan itu, intinya, mereka tertarik dengan tiga pemain Asad, salah satunya Yadi. Info selanjutnya, kami akan beri tahu. Yang pasti, kalau Eropa menginginkan Yadi, kami pasti akan mendukungnya karena pembinaan di sana lebih baik dibanding di sini," ungkap Ramdan.
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2014/11/28/08424691/Bocah.Penggembala.Kerbau.dari.Plered.Jadi.Pesepak.Bola.Dunia.
| Penulis | : Kontributor Bandung, Reni Susanti |
Kamis, 27 November 2014
Tips Selamat dari Pertanyaan "Ini Sama Ini Bagusan Mana?" dari Cewek
Cowok-cowok pasti pernah menghadapi situasi mematikan ini. Ketika cewekmu, adikmu, kakak permpuanmu menanyakan pendapat seperti 'Eh..sendal yang merah sama yng putih bagusan mana?" jeng...jeng. Pada saat itu yang dirasakan kebanyakan laki-laki adalah, seperti tiba-tiba kesambar petir di siang bolong, terus dilanjutkan dengan bumi yang seperti seolah berhenti berputar dan kamu seperti di tempatkan pada pilihan antara hidup tapi tak berguna dan mati. Kamu pasti langsung keluar keringat dingin yang deras di seuruh badan, trus tiba-tiba mules, pengen PUP, otak bekerja 100 % lebih keras tapi ngeblank. Kamu enggak mikir jawaban dari pertanyaannya, yang kamu inginkan hanyalah selamat dan kabur dari situasi itu. Lebih buruk dari pilihan di soal UN. Terus dengan jari yang gemetaran kamu menunjuk salah satu benda dari pilihan yang ia buat. sudah susah-susah nunjuk, trus dia bilang. "iiih...kok itu sih, aku tuh gak suka warnanya yang mencolok, trus ini haknya juga ketinggian, yang ini aja deh" Kata si cewek sambil mengambil sepatu yang bukan merupakan pilihanmu. Nah lhoh..bener kan? kena omel. mampus lu...jeritan cowok dalam hati. Terus kenapa tadi gue dimintain pendapat?? Salah gue apa maaaakk #nangis dalam hati, nih cewek maunya apa sih? bikin bingung aja. hahaha..kasian lu wok (cowok)
Sebenarnya ketika wanita menanyakan pendapat pria, seperti "Baju yang ini sama yang ini bagusan mana? atau sepatu yang ini sama yang ini bagusan mana? Ia tidak benar benar minta pendapatmu. karena sebenarnya ia sudah menentukan pilihannya. Kita juga tau kellees...kalok cowok enggak begitu paham sama fashion cewek. Kecuali kalok lu Ivan Gnawan. Kita hanya butuh 'pentaukidan' atau penegasan tentang pilihan yang kita buat. Jadi dalam situasi yang menurut sebagian laki-laki dianggap situasi yng sulit ini. Mending menjawab dengan kalimat "Kamu sudah menentukan pilihanmu kan? menurutmu cocokan yang mana? dan katakan saja bahwa pilihannya, sudah merupakan pilihan yang amat sangat tepat ditambah dengan sedikit memuji, seperti "Waaahh...pilihanmu bagus banget, cocok juga sama warna ketiakmu" #Jangan bener-bener di praktekin kalok enggak mau digampar. Kamu pasti akan mendapat nilai plus berkat jawabanmu yang cerdas itu. Siapa tau setelah itu dia bayarin makan kalian berdua, padahal biasanya minta traktir. Dengan jawaban tersebut urusan selesai, anda bisa selamat dari pertanyaan mengerikan itu. Selamat mencoba :D
Rabu, 26 November 2014
Cara Mengatasi Belang di Kaki Selama Seminggu (TERUJI !)
Pernah mengalami belang di kaki, gara-gara enggak pakek kaus kaki? Kalau gitu kita senasib. Cuaca di Jogja yang cenderung cetar memabahana ini berhasil bikin kakiku yang aku bungkus cantik dengan sepatu flas shoes ini belang, Aku udah lama menderita kebelangan di kaki ini, tepatnya semenjak semester 3, karena aku harus jalan kaki 15 menit pulang pergi ke kampus dan males pakek kaus kaki. dan sekarang aku udah semester 7. Cukup awet kan belangnya? walaupun kata iklan blaster yang belang lebih asyik, tapi kayaknya enggak berlaku sama kaki. Soalnya mengganggu banget, dan jadi enggak enak dilihat. Pada akhirnya aku memulai progam untuk membuat kakiku enggak belang, walaupun caranya agak ribet, tapi saya jamin cara ini BERHASIL ! Soalnya aku sendiri yang nyoba.


















