This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 02 Desember 2014

Jadwal Jogja Netpac Asian film Festifal (JAFF) 2014



sumber: http://www.jogja.co/jadwal-jogja-netpac-asian-film-festival-jaff9-2014/

Kabar Gembira ! Asian Film Festifal (JAFF) tahun ini ada di Jogja !!




 Festival film ini pertama kali digelar pada 2006 atas inisiasi dari tokoh-tokoh yang tak asing di dunia sinema seperti Garin Nugroho, Budi Irawanto, Philip Cheah, dan Ifa Isfansyah. Tahun ini, pelaksanaan festival diselenggarakan di beberapa lokasi yaitu Empire XXI, Taman Budaya Yogyakarta, Bentara Budaya Yogyakarta, dan empat desa di Yogyakarta: Giriloyo, Nitiprayan, Sidoakur, dan Banyusumilir.
Re-Gazing at Asia diangkat sebagai tema The 9th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dalam rangka menggarisbawahi peran penting para sutradara dan produser perempuan yang membantu publik memandang-ulang Asia lewat sentuhan afeksi serta dijiwai oleh semangat kesetaraan.
“The 9th Jogja-NETPAC Asian Film Festival  (JAFF) tak hanya menggarisbawahi munculnya sutradara perempuan Asia, tapi juga meneguhkan pentingnya perspektif ‘perempuan’ dalam memandang persoalan perempuan dan jagad sosial melalui lensa sinematik.” ungkap Budi Irawanto.
“Karenanya, ‘Re-Gazing at Asia’ (Menatap Ulang Asia) dipilih sebagai tema JAFF tahun ini yang menegaskan keniscayaan melihat Asia dengan melawan cara pandang   stereotipikal, patriarkis dan cenderung menguasai pihak lain.” Lanjut pria yang menjabat sebagai Festival Director ini.
Meskipun film pembuka festival ini, Like Father Like Son, disutradarai oleh sineas laki-laki Jepang, Hirokazu Koreeda, namun film ini berkutat pada masalah keluarga di ranah domestik yang selama ini secara stereotipikal dianggap ranah perempuan.
Sementara sebagai penutup akan ditayangkan film Snowpiercer (Bong Joon-Ho), yang merupakan bagian dari spesial program bertajuk Glimpe of Current of Korean Cinema, hasil kerjasama dengan Korean Cultural Center (KCC). Selain film tersebut, selama festival berlangsung akan ada 2 film peraih box office di Korea Selatan lainnya yang akan ditayangkan.
Secara keseluruhan, ada 75 film dari 18 negara yang berpartisipasi di The 9th Jogja-Netpac Asian Film Festival  (JAFF) kali ini. Film-film tersebut akan diputar dalam program-program utama festival ini yang terdiri atas:
ASIAN FEATURE
Adalah pemutaran sekaligus kompetisi bagi film-film panjang Asia. Program ini menganugerahi Golden Hanoman, Silver Hanoman, dan Geber Award bagi film panjang terbaik Asia.
LIGHT OF ASIA
Program khusus untuk penggiat film-film pendek Asia baik eksebisi maupun kompetisi. Award untuk kompetisi ini adalah Blencong Award.
ASIAN IN FOCUS
Memilih film-film dari suatu negara di Asia yang memiliki pencapaian yang layak dicatat, lalu  itu dan memutarnya untuk memberikan apresiasi yang tinggi. Serta tak ketinggalan mengundang pelaku film dari negara tersebut untuk diskusi dengan para penggerak film Indonesia. Jepang adalah negara yang terpilih untuk program Asian in Focus tahun ini.
INDONESIAN CINEMA
Program pemutaran khusus film-film Indonesia sebagai ruang apreasiasi atas film-film Indonesia yang tidak mendapat jalur distribusi mainstream dan film-film Indonesia yang menjadi representasi tema penyelenggaraan JAFF.
STUDENT AWARD
Merupakan sebuah program yang baru di pelaksanaan tahun ini, di mana pada program ini memberikan kesempatan pada para mahasiswa untuk turut menonton film-film yang dikompetisikan, kemudian memberikan penilaian secara argumentatif untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk penghargaan berupa Student Award ini.
Adapun di jajaran juri yang terlibat dalam penyelenggaraan tahun ini terbagi atas empat kelompok, yaitu: Juri JAFF (Hanung Bramantyo, Olin Monteiro, Makbul Mubarak),Juri NETPAC (Yosep Anggi Noen, Francis Joseph Cruz a.k.a Oggs Cruz, David Hanan), Juri Film Komunitas (Astu Prasidya, Bambang Kuntoro Murti a.k.a Video Robber, Alia Damaihati), dan Juri Film Pendek (Kamila Andini, Osamu Minorikawa, Derek Tan).
Selain program-program utama tadi, JAFF menawarkan pula kegiatan-kegiatan khusus yang tak kalah menarik, seperti:
OPENING/CLOSING NIGHT
Malam pembukaan dan penutupan yang dikemas berbeda dan spesial karena beberapa kesenian lokal akan dihadirkan sebagai pengisi acara.
PUBLIC LECTURE
Merupakan salah satu karakter JAFF yang tidak melulu fokus pada pemutaran film, namun juga diselenggarakan forum diskusi/seminar tentang sinema Asia dan Indonesia.
OPEN AIR CINEMA
Kegiatan ini adalah menyelenggarakan pemutaran film di beberapa desa di sekitar Yogyakarta, dengan cara mendirikan layar tancap. Sehingga film-film populer yang menghibur rakyat pada kegiatan ini akan langsung menyapa penduduk di empat desa yang telah dipilih tahun ini.
COMMUNITY FORUM
JAFF tumbuh dan besar karena kekuatan komunitas, karenanya disetiap
penyelenggaraannya JAFF selalu mengundang komunitas film dari berbagai daerah untuk saling berinteraksi dan mempresentasikan perkembangan komunitasnya.
FESTIVAL CORNER
Festival Corner adalah ruang bagi komunitas-komunitas selain komunitas film untuk turut serta menterjemahkan film ke dalam berbagai bentuk karya seni lain.
Seluruh program dan kegiatan The 9th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ini terselenggara berkat bantuan dan dukungan para mitra antara lain Japan Foundation, SAE Institute, Korean Cultural Center, Taman Budaya Yogyakarta, Cinema XXI, Bentara Budaya Yogyakarta, kawan-kawan media, dan pemimpin serta masyarakat desa Giriloyo, Nitiprayan, Sidoakur, dan Banyusumilir, yang mendukung dan membantu terlaksananya festival ini.
sumber:http://www.jogja.co/jaff2014/ 

Jumat, 28 November 2014

Tunanetra Pengajar yang Kuat Berakar



Budiono, nama pria sederhana itu. Tak bukan, ia adalah pengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Manunggal, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.

Budiono terlahir pada 16 juli 1973 di Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah. Meskipun tunanetra, pria dengan dua anak tersebut punya semangat dan tekad membaja untuk mengajar siswa-siswi yang juga tunanetra. 

Suami Sri Nurfatati itu menilai, persentase pengajaran di SLB yang tepat adalah 40 persen akademis dan 60 persen ketrampilan sebagai tenaga pengajar yang juga difabel.

Budiono sendiri adalah alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Penyiaran UIN Sunan Kalijaga. Ia berharap kelak murid-muridnya bisa hidup mandiri dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. 

Sumber:
edukasi.kompas.com/read/2014/11/28/09530601/Budiono.Pengajar.Tunanetra.Bertekad.Baja 
Editor: Lathif

Bocah Penggembala Kerbau dari Plered Jadi Pesepak Bola Dunia



Namanya dielu-elukan saat mendapatkan tropi pemain terbaik nasional U-12. Perawakannya, yang tergolong tinggi dibanding teman-teman satu timnya, membawa kelebihan tersendiri saat dia mengolah si kulit bulat. 

Meski kerap mendapat anugerah pencetak gol terbanyak, dia terlihat tak pernah sombong. Keceriaan dan keluguan anak-anak desa lebih terasa ketika berbincang dengannya. Bahkan ketika diwawancara oleh media, ia terkadang malu-malu menjawabnya. 

Kini, namanya sudah mendunia. Sejumlah pihak dari media TV asing mengincarnya untuk wawancara. Bahkan, bulan depan, ada media TV dari Perancis sengaja datang ke Indonesia hanya untuk mewawancarainya. 

Bocah itu adalah Yadi Mulyadi, siswa SMPN 6 Purwakarta, Jawa Barat. Kesehariannya sangat sederhana, sangat jauh dari kemewahan ataupun hura-hura. Kehidupannya saat ini merupakan anugerah terbesar baginya. Dulu, selain sekolah, ia bekerja menggembalakan kerbau.

"Dulu suka bantu Pak Aki (kakeknya)," ujar Yadi di Purwakarta, belum lama ini. 

Yadi dan kakeknya tinggal di sebuah rumah panggung dari kayu. Ukurannya kecil, nyaris tak bersekat. Letaknya agak mengerikan, berada di kemiringan yang relatif terjal di pelosok Plered, Purwakarta. Di bagian bawah rumah terdapat sawah, tempat sang kakek mengadu nasib. 

Sang kakek bekerja sebagai petani. Sejak kecil, Yadi suka membantu kakeknya. Menggembalakan kerbau sudah dilakukannya sejak masih bersekolah di SDN Linggarsari I Purwakarta. Sepulang sekolah, ia pasti membantu kakeknya dengan menggembala kerbau. 

Cita-cita terbesarnya adalah membahagiakan sang kakek. Segala upaya dan kerja kerasnya menjadi juara di setiap pertandingan hanya untuk kakeknya. "Ingin jadi pemain terbaik, timnya juara, biar Pak Aki senang, biar bisa ngasih uang sama Pak Aki," tutur dia. 

Pelatih Yadi, M Ramdan, menyatakan, Yadi sejak bayi diurus oleh kakeknya. Ibunya yang bekerja sebagai TKI membuat mereka terpisah. Yadi pun punya ikatan emosional dan menjadi lebih dekat dengan kakeknya. "Yadi lebih memilih tinggal dengan kakeknya daripada ibunya," kata Ramdan.

Yadi dan Asad 
Pertemuan Yadi dengan tim Asad 313 Purwakarta berawal dari pertandingan SD se-Purwakarta. Saat itu, perhatian Alwi selaku manajer, dan Ramdan selaku pelatih, tersedot oleh penampilan Yadi. Setelah permainan usai, tanpa pikir panjang, mereka berdua langsung mengajak Yadi bergabung ke SSB Asad. 

"Kami melihat potensi yang besar dari diri Yadi. Ia memiliki kemampuan yang luar biasa, dan kami menemukannya pada waktu yang tepat karena ekonomi yang menghimpit keluarganya membuat ia saat itu hampir menjadi anak jalanan," ucap Ramdan.

Yadi dikenal tekun berlatih. Bahkan, ia kerap menambah jadwal latihan yang telah ditetapkan, terutama saat akan bertanding di Brasil. "Suka nambah latihan dengan sasapedahan (naik sepeda) biar napasnya lebih kuat, jadi tandingnya bisa lama. Kan lawannya besar-besar," ucapnya. 

Bahkan, ia tak segan-segan untuk meminta latihan ekstra kepada pelatih. Mulai dari latihan menendang ke arah gawang atau latihan fisik lainnya. Keseriusannya di bidang ini membuatnya bisa bermain di berbagai posisi. 

Sebagai penyerang, tendangannya ke mulut gawang sangat akurat. Ia pun pandai membuyarkan perhatian lawan sehingga mampu membuka ruang untuk pergerakan teman-temannya. Bahkan, ketika lini pertahanan dalam bahaya, Yadi bisa turun dan membantu lini belakang ini.

Kemampuannya ini pula yang membuat Yadi dilirik klub sepak bola Eropa. Belum lama ini, perwakilan klub tersebut berbincang dengan Alwi, Manajer Asad. "Pembicaraan itu, intinya, mereka tertarik dengan tiga pemain Asad, salah satunya Yadi. Info selanjutnya, kami akan beri tahu. Yang pasti, kalau Eropa menginginkan Yadi, kami pasti akan mendukungnya karena pembinaan di sana lebih baik dibanding di sini," ungkap Ramdan.

Sumber http://regional.kompas.com/read/2014/11/28/08424691/Bocah.Penggembala.Kerbau.dari.Plered.Jadi.Pesepak.Bola.Dunia. 
Penulis: Kontributor Bandung, Reni Susanti

Kamis, 27 November 2014

Tips Selamat dari Pertanyaan "Ini Sama Ini Bagusan Mana?" dari Cewek




Cowok-cowok pasti pernah menghadapi situasi mematikan ini. Ketika cewekmu, adikmu, kakak permpuanmu menanyakan pendapat seperti 'Eh..sendal yang merah sama yng putih bagusan mana?" jeng...jeng. Pada saat itu yang dirasakan kebanyakan laki-laki adalah, seperti tiba-tiba kesambar petir di siang bolong, terus dilanjutkan dengan bumi yang seperti seolah berhenti berputar dan kamu seperti di tempatkan pada pilihan antara hidup tapi tak berguna dan mati. Kamu pasti langsung keluar keringat dingin yang deras di seuruh badan, trus tiba-tiba mules, pengen PUP, otak bekerja 100 % lebih keras tapi ngeblank. Kamu enggak  mikir jawaban dari pertanyaannya, yang kamu inginkan hanyalah selamat dan kabur dari situasi itu. Lebih buruk dari pilihan di soal UN. Terus dengan jari yang gemetaran kamu menunjuk salah satu benda dari pilihan yang ia buat. sudah susah-susah nunjuk, trus dia bilang. "iiih...kok itu sih, aku tuh gak suka warnanya yang mencolok, trus ini haknya juga ketinggian, yang ini aja deh" Kata si cewek sambil mengambil sepatu yang bukan merupakan pilihanmu. Nah lhoh..bener kan? kena omel. mampus lu...jeritan cowok dalam hati. Terus kenapa tadi gue dimintain pendapat?? Salah gue apa maaaakk #nangis dalam hati, nih cewek maunya apa sih? bikin bingung aja. hahaha..kasian lu wok (cowok)

Sebenarnya ketika wanita menanyakan pendapat pria, seperti "Baju yang ini sama yang ini bagusan mana? atau sepatu yang ini sama yang ini bagusan mana? Ia tidak benar benar minta pendapatmu. karena sebenarnya ia sudah menentukan pilihannya. Kita juga tau kellees...kalok cowok enggak begitu paham sama fashion cewek. Kecuali kalok lu Ivan Gnawan. Kita hanya butuh 'pentaukidan' atau penegasan tentang pilihan yang kita buat. Jadi dalam situasi yang menurut sebagian laki-laki dianggap situasi yng sulit ini. Mending menjawab dengan kalimat "Kamu sudah menentukan pilihanmu kan? menurutmu cocokan yang mana? dan katakan saja bahwa pilihannya, sudah merupakan pilihan yang amat sangat tepat ditambah dengan sedikit memuji, seperti "Waaahh...pilihanmu bagus banget, cocok juga sama warna ketiakmu" #Jangan bener-bener di praktekin kalok enggak mau digampar. Kamu pasti akan mendapat nilai plus berkat jawabanmu yang cerdas itu. Siapa tau setelah itu dia bayarin makan kalian berdua, padahal biasanya minta traktir. Dengan jawaban tersebut urusan selesai, anda bisa selamat dari pertanyaan mengerikan itu. Selamat mencoba :D

Rabu, 26 November 2014

Cara Mengatasi Belang di Kaki Selama Seminggu (TERUJI !)




Pernah mengalami belang di kaki, gara-gara enggak pakek kaus kaki? Kalau gitu kita senasib. Cuaca di Jogja yang cenderung cetar memabahana ini berhasil bikin kakiku yang aku bungkus cantik dengan sepatu flas shoes ini belang, Aku udah lama menderita kebelangan di kaki ini, tepatnya semenjak semester 3, karena aku harus jalan kaki 15 menit pulang pergi ke kampus dan males pakek kaus kaki. dan sekarang aku udah semester 7. Cukup awet kan belangnya? walaupun kata iklan blaster yang belang lebih asyik, tapi kayaknya enggak berlaku sama kaki. Soalnya mengganggu banget, dan jadi enggak enak dilihat. Pada akhirnya aku memulai progam untuk membuat kakiku enggak belang, walaupun caranya agak ribet, tapi saya jamin cara ini BERHASIL ! Soalnya aku sendiri yang nyoba.

Jadi mari kita siapkan dulu bahan-bahan yang perlu dipersiapkan:


1.      Lulur
Sudah pada tahukan orang yang pada jadi kinclong karena pakek lulur, ya kita perlu menggunakan lulur untuk mengangkat sel kulit mati, agar progam ini efektif. Untuk saya pribadi, saya menggunakan lulur yang pas di kantong anak kostan seperti saya. Lulur Herborist Avocado extract, yang warna hijau. Saya memilih yang ini, karena Avocado sudah diuji karena bisa mempertahankan kelembapan kulit, Untuk harganya cukup murah kok. Rp 10.000- Rp 11.000. Saya beli di Pamela satu. Tapi tenang,  ada di indomart atau alfamart kok tapi ya gitu deh, harganya lebih mahal dari pada di tempat lainnya.

2.      Minyak Zaitun
Untuk yang minyak zaitun ini, kamu enggak perlu beli yang pure, tapi kalau kamu punya yang pure akan lebih bagus. Soalnya saya sendiri juga enggak beli pure. Saya memilih Minyak zaitun olive oil 75 ml dari Mustika ratu, Harganya sekita Rp.14.500-15.000. selain karena di Pamela enggak ada, juga karena saya suka sama wanginya, wanginya wangi melati gitu. Kalau yang pure kan bau kayak minyak jelantah gitu.

3.      Hand and Body Lotion
Untuk hand and body lotionnya, sebenernya kamu bisa pakek hand and body apa aja. Sebelumnya saya pakek hand and body yang murahan kok, marina hijau itu.Tapi setelah itu saya beralih menggunakan Nivea body serum exstra whitening.

Bagaimana cara pemakaiannya?

·         Usahakan kamu luluran setiap hari, tiap mau mandi pagi dan sore. dan pusatkan pada bagian yang belang. Lulur Herborist yang saya pakai ini, walaupun tidak ada scrub nya, benar-benar mudah digunakan, dari pada saya memakai lulur dari Sinzui. Gosoknya enggak pakai ngoyo dan wanginya soft gitu. Bagaimana dengan kamu yang enggak telaten, emnggunakannya? tenang saja, saya sebenernya juga masuk orang yang enggak telaten, tapi saya usahakan saya rutin menggunakan seminggu pertama, setelah itu saya menggunakannya seminggu dua kali pas week and aja hari sabtu dan minggu

·         Setelah bagaiamana dengan minyak zaitun? untuk minyak zaitun saya memakai setiap sebelum tidur. karena minyak zaitun itu lebih ke minyak urut. Jadi saya merasa agak lengket gitu. jadi untuk mengatasi rasa lengketnya, saya kemudian menggunakan hand and body lotion setelah menggunakan minyak zaitun.

·         Usahakan menggunakan cara itu setiap sebelum keluar jauh, apalagi pas panas yang terik.
·         Bentengi diri dengan kaus tangan dan kaus kaki

Hasilnya?

Untuk hasilnya bener-bener, luaarrr biasa lho. saya menggunakan cara itu dengan memaksakan diri telaten, dan hasilnya bisa dilihat setelah empat hari pemakaian. udah mulai kelihatan belang dan keringnya di kaki saya. Karena kaki saya enggak cuma belang, tapi kering dan keliatan keriput gitu. ngeri banget kan? Tapi setelah perawatan itu, jadi udah berkurang. dan sudah bener-bener ilang setelah seminggu. Yeeeyyy

Senin, 24 November 2014

Punggung (Cerpen)


Aku tak pernah sekalipun dengan jelas melihat wajahnya, yang kutahu dia  adalah laki-laki bernama Rifki, yang mempunyai rambut keriting dengan tinggi 178 cm, yang entah kenapa dengan suaranya yang sumbang dan fales, dia begitu PD menyanyikan lagu “Mother”nya Seamo. Selama dia duduk di belakangku dia tak pernah absen menggumamkan lagu itu, saat pelajaran atau bahkan saat semuanya sedang sibuk mencatat, dia masih saja menggumamkan lagu berbahasa jepang itu. 
Sebenarnya tak ada yang menarik darinya, dia selalu datang 15 menit setelah guru masuk, dan aku lebih memilih memperhatikan guru daripada mengalihkan perhatianku pada laki-laki berisik itu. Tapi anehnya, dia adalah orang yang pertama kali keluar kelas saat pelajaran berakhir, di selalu seperti setengah berlari ketika meninggalkan kelas, dan aku yang sebenarnya agak penasaran dengan wajahnya itu tetapi terlalu malu jika harus menengok ke belakang, hanya di beri kesempatan untuk melihat punggungnya dari kejauhan. Aku begitu hafal bentuk punggung laki-laki itu, aku bahkan bisa mencari mana punggungnya walaupun dia berada ditengah kerumunaan orang. Punggungnya itu, walaupun tegap entah kenapa seperti telah berpengalaman menanggung beribu ribu beban. Seperti sedang dipaksakan untuk tegap walaupun belum siap. Bahu kanannya pun tak simetris dengan bahu kirinya. Dan aku, seperti mempunyai radar untuk mencari punggung abnormal itu, dimanapun tempatnya.
Tapi sayangnya, punggung yang membuatku penasaran itu, tak terlihat 6 hari terakhir ini, tepat di saat aku memutuskan untuk melihat wajahnya. Entahlah, aku juga tak tahu mengapa dia tak masuk, tak ada satupun surat izin yang datang darinya untuk menjelaskan kenapa dia tak masuk sekolah. Dan aku baru sadar betapa sepinya suasana kelas bila suara sumbang itu tak menyanyi. Seperti ada yang hilang dari kehidupanku.
Tepat seminggu, dan dia belum menampakkan batang hidungnya, dan mataku tak bisa berhenti mencari punggung itu. Di kumpulan anak-anak yang sedang nongkrong, di kumpulan orang-orang pengajian, di kumpulan remaja masjid, di kumpulan anak-anak jalanan, orang ngamen bahkan di kumpulan ibu-ibu PKK hasilnya tetap saja Nihil, punggung itu tak kunjung muncul.
“ Ah sudahlah, lagi pula untuk apa aku mencari hal absurd seperti itu” itulah kata terakhir yang aku ucapkan sebelum aku melihat punggung itu lagi, tepat setelah ada sms dari ketua kelas bahwa Ibu laki-laki itu meninggal. Hari itu tanpa pikir panjang aku langsung menuju kerumahnya, masih dengan seragam abu-abu putih yang melekat di tubuhku. Rumah yang belum di tembok itu begitu sesak di jejali orang-orang berpakaian hitam, mereka tampak sendu, dengan air mata yang seperti tak habis mengalir di pipi. Aku melihat 3 anak yang berumur sekitar 6,8,12 meraung-raung di dekat keranda warna hijau itu sambil memanggil “ibu’ berulang-ulang dengan suara yang begitu menyayat dan memilukan hati. Tepat di depan keranda itulah aku melihat punggung itu bergetar mengikuti isakan tangisnya yang tak bersuara. Tangannya yang kekar menggendong anak berumur 1 tahun yang sedang tidur dengan lelapnya di tengah isak tangisnya. Dan ini pertama kalinya kulihat punggung tegap laki-laki itu runtuh. Dia seperti tak sanggup lagi menanggung beban yang membesar berpuluh puluh kali lipat dari berat tubuhnya. Aku mundur teratur, seketika itu rasa penasaranku pada wajahnya menghilang. Aku trauma dengan sikap punggung seperti, sikap punggung seperti itulah yang menyebabkan keluargaku tak utuh dan perusahaan kami bangkrut. Dan aku tahu persis apa arti sikap punggung itu, punggung itu mengatakan bahwa dia telah menyerah pada nasibnya.
Pada akhirnya aku memilih pergi tanpa pernah tau wajah laki-laki itu, dan duganku benar, setelah kejadian itu, dia tak pernah masuk sekolah lagi, aku mendengar dari teman akrabnya bahwa dia harus bekerja untuk menghidupi ke 4 adiknya setelah ibunya meninggal, Ayahnya tak pernah kembali lagi sejak pamit pergi untuk jadi TKI 2 tahun lalu, dan ia beralih fungsi menjadi tulang punggung keluarga sejak saat itu.

 Berpuluh puluh tahun kemudian, aku menemukan punggung yang sempat runtuh itu, berdiri tegap lagi. masih dengan bahu tak simetrisnya yang membuat posisi duduknya terlihat agak aneh, masih dengan rambut keritingnya yang seperti mengiklankan salah satu produk mie instan, masih dengan tingginya yang tak terlalu jauh dari 178 Cm, dan masih dengan suara falesnya yang selalu menyanyikan lagu “Mother”. Punggung itu kini berdiri lebih tegap dari pada ketika aku bertemu pertama kali dulu, karena memang di butuhkan punggung yang tegap untuk memimpin perusahaan minyak miliknya. Aku juga tak mengerti bagaimana bisa dia bangkit dari keterpurukannya. Bahkan punggung itu masih tetap dapat berdiri tegap walaupun dialah orang yang membantu menanggung dan menyelesaikan beban-bebanku, dan berbagi denganku untuk menanggung beban putriku dan putrinya. Ya…punggung abnormal itu sekarang milikku, karena dia suamiku.