This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 11 Desember 2014
Tahu Enggak? DI jepang Siswanya Meyakini Kotoran Koala Bisa Bikin Lulus Ujian
Ini nih, Kucing yang Mempunyai Wajah Tidur Terjelek di Jepang
Lihat kucing ini..lucu ya??
Coba lihat pas kucing ini lagi tidur, masih bilang lucu?
Inilah Setsu-chan. Kucing kecil ini jelas lucu ketika dia dalam kondisi bangun. Namun ketika dia mengantuk, segalanya berubah 180 derajat.
Seperti dilansir dari Kotaku (10/12), awal musim panas tahun ini seorang ilustrator bernama Minomulai mengunggah foto-foto dari kucingnya, Setsu-chan, dalam laman Twitter-nya. Namun, ada perbedaan besar antara saat dia terbangun dan saat tidur (negao). Biasanya, hewan yang lucu akan memiliki wajah tidur yang lucu juga. Namun ternyata itu tidak terjadi pada Setsu-chan, dan itulah yang membuat netizen (dan mungkin juga pemiliknya) merasa bingung.
Rabu, 10 Desember 2014
Di Jepang ada Kota Buku Bekas Terbesar di Dunia Lho
Jimbocho terletak di sekitar daerah Chiyoda, Tokyo. Selain populer sebagai kota buku bekas, Jimbocho juga terkenal dengan teater dan barang-barang antik. Meskipun pernah terbakar di sekitar tahun 1931, sentra buku bekas ini dihidupkan kembali oleh seorang professor bernama Shigeo Iwanami yang membuka sebuah toko buku. Saat ini, Jimbocho telah menjadi melting pot, tempat para intelektual serta penikmat buku untuk berburu buku bekas.
Buku-buku yang dijual pun sangat beragam, meskipun kebanyakan genre-nya adalah teater, terutama Kabuki. Walaupun level Bahasa Jepang-mu masih belum mencukupi, kamu juga bisa menemukan banyak buku dengan visual yang menarik.
Selasa, 09 Desember 2014
Mendengarkan Lagu yang dibenci Bikin Pelit dan Egois Lho
Jumat, 05 Desember 2014
HEBOH! Gambar Tertua di Dunia Berasal dari Jawa
Torehan tertua di dunia yang terdapat pada cangkang ternyata berasal dari tanah Jawa, tepatnya dari situs Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Penelitian yang dipublikasikan di Naturepada Senin (1/12/2014) mengungkapnya.
Josephine CA Jordens, peneliti pada Fakultas Arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, beserta rekannya adalah pihak yang mengonfirmasi bahwa torehan tersebut merupakan yang tertua, berasal dari masa 500.000 tahun lalu.
Jordens sedang mengerjakan proyek penelitian tentang penggunaan sumber daya laut oleh spesies manusia purba Homo erectus di situs Trinil, Jawa Timur. Ia kemudian menganalisis cangkang kerang air tawar spesies Pseudodon vondembuschianus trinilensis.
Saat menganalisis, ia menemukan perforasi atau lubang-lubang kecil selebar beberapa milimeter pada permukaan cangkang kerang. Menurut dia, hal itu merupakan indikasi adanya orang pada masa itu yang berupaya membuka cangkang dengan alat tajam macam gigi hiu.
Rekan Jordens kemudian memotret cangkang tersebut dan mengamatinya lebih detail. Lewat pengamatan saksama, diketahui bahwa permukaan cangkang tersebut memiliki torehan-torehan berbentuk zig-zag.
Pengamatan di bawah mikroskop kemudian menguak bahwa pola zig-zag itu dibuat secara sengaja. Garis zig-zag yang masing-masing memiliki panjang 1 cm tersebut kontinu, tidak putus-putus, menunjukkan bahwa pembuatnya menaruh perhatian pada detail.
Jordens dan rekannya melakukan penanggalan pada sedimen yang terdapat pada cangkang dengan argon dan luminescence. Hasil penanggalan mengungkap bahwa pola zig-zag itu berasal dari masa 500.000 tahun lalu, bukan dibuat oleh Homo sapiens, melainkan Homo erectus.
"Penemuan ini sangat spektakuler dan berpotensi mengubah cara pandang kita tentang Homoawal (manusia purba)," kata Nick Barton, arkeolog dari Universitas Oxford yang tak terlibat studi.
Apakah torehan tersebut merupakan bentuk seni? Jordens mengatakan, "Jika Anda tidak mengetahui tujuan dari seseorang yang membuatnya, maka tidak mungkin untuk menyebutnya sebagai seni."
"Akan tetapi, di sisi lain, ini adalah gambar purba. Ini adalah cara untuk mengekspresikan diri. Apa tujuan dari orang yang membuatnya, kita tidak tahu," ungkap Jordens seperti dikutipNature, Rabu (3/12/2014).
Clive Finlayson, pakar hewan dari Museum Gibraltar yang juga terlibat dalam studi, mengatakan, yang terpenting dari temuan ini adalah bahwa manusia purba sudah punya kemampuan berpikir abstrak, sama seperti manusia modern.
Cangkang kerang yang dianalisis ditemukan oleh paleontolog Eugene Dubois di situs Trinil pada tahun 1896. Dubois juga menemukan kerangka Homo erectus. Kerangka dan cangkang itu lalu dikirim ke Museum Leiden pada tahun 1930.
copas from :http://sains.kompas.com/
Orang batak nih, Ahli Hukum Luar Angkasa Pertama di Indonesia
Banyak orang Batak menjadi pakar hukum ataupun pengacara, menangani ragam kasus pidana dan perdata. Namun, Raymond Jr Pardaeman Sihombing berbeda dari lainnya. Kepakarannya adalah hukum luar angkasa atau sub-orbital law.
Jumat (28/11/2014) waktu Moskwa, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Djauhari Oratmangun, memperkenalkan Raymond kepada para tamu pertemuan di Wisma KBRI di Moskwa.
"Ahli hukum di Bumi sama banyak dengan undang-undang yang dibuat manusia. Namun, Raymond ini ahli hukum luar angkasa," demikian kata Oratmangun dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah warga negara Rusia yang belajar bahasa Indonesia tersebut.
Raymond lahir di Jakarta bulan Juni, 32 tahun lalu. Meskipun tidak lahir di tanah Batak, dia dikatakan teguh memegang tradisi tetuanya yang berasal dari Nias-Samosir.
Masa remaja Raymond banyak dihabiskan di Bali dan Jawa, mengikuti orangtuanya yang selalu berpindah tugas. Ayah Raymond adalah Romulus Sihombing, pernah tercatat sebagai wartawan Antara. Sementara itu, ibunya adalah Jemdiana Simangungson.
Raymond menyelesaikan studi S-1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Tahun 2005, dia ke Rusia untuk melanjutkan studi di Universitet Druzhby Narodov. Di sanalah, dia berkenalan dengan hukum luar angkasa.
Ditemui di Wisma KBRI Moskwa, Raymond bercerita bahwa dulu sebenarnya ada dua orang Indonesia lain yang belajar hukum luar angkasa pada jenjang S-2. "Kalau enggak salah mereka itu Adnial Roemza dan Zefri Tamnerton," katanya.
Meski demikian, hanya Raymond yang terus giat menekuni hukum luar angkasa hingga belajar di jenjang doktoral. Raymond kini menekuni kajian aspek hukum luar angkasa internasional yang terkait dengan wisata luar angkasa. Dia tengah menyelesaikan disertasinya.
Hingga saat ini, belum ada warga negara Indonesia yang menekuni hukum luar angkasa. Mahasiswa yang menekuni ilmu tersebut di Rusia rata-rata berasal dari negara Eropa, Amerika, dan Rusia sendiri.
Raymond bercerita, kebanyakan mahasiswa mempelajari teknikremote sensing untuk spot minyak. "Soal turisme, baru Raymond," kata alumnus SMA Seminari Garum Blitar, Jawa Timur, pada tahun 1999 ini.
Belajar ilmu hukum luar angkasa, Raymond bangga karena dia pernah mengikuti kuliah Professor Gennady Petrovich Zhukov, tokoh asal Rusia yang menjadi peletak dasar ilmu hukum luar angkasa di dunia.
Gennady adalah ahli hukum sub-orbital yang ikut mengusulkan kepada Dewan Keamanan PBB tentang mendesaknya tata kelola ruang angkasa untuk kepentingan orbit satelit serta pemotretan dan pemetaan potensi minyak di Bumi.
Medio 2014 lalu, Profesor Gennady meninggal dunia dan mendapat penghormatan besar dari sivitas akademika di Moskwa dan Rusia. Raymond jadi "murid terakhir" Gennady, ilmuwan yang ikut misi ruang angkasa pilot kosmonot Rusia, Yuri Gagarin, pada tahun 1961.
Selain belajar, Raymond juga memiliki kegiatan kesenian. Dia menjadi pelatih bagi 13 warga negara Rusia untuk bernyanyi lagu berbahasa Indonesia. Dia juga menjadi guru menyanyi bagi pacarnya sendiri, Yulia Pavlovna. (Thamzil Thahir)
Copas from : http://sains.kompas.com






















