This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 11 Desember 2014

Tahu Enggak? DI jepang Siswanya Meyakini Kotoran Koala Bisa Bikin Lulus Ujian

Meski didapuk sebagai negara maju, takhayul masih tumbuh subur di Jepang, tak terkecuali di kalangan anak-anak muda. Salah satunya, mereka meyakini kotoran koala memberi keberuntungan dan membuat mereka lulus ujian.


Koala dikenal suka menggantung di pohon selama lebih dari 20 jam setiap hari tanpa jatuh, bahkan saat tidur. Hadiah kotoran koala menyimbolkan dukungan terhadap upaya yang gigih untuk lulus.
Setiap kali menjelang ujian, paket berisi kotoran koala berseliweran. Jumlahnya akan berlipat saat tiba masa ujian masuk perguruan tinggi.
Hadiah aneh ini sangat populer sehingga Kebun Binatang Higashiyama di Nagoya membagikan paket berisi tinja koala itu dengan sedikit ucapan tulisan tangan. Tak sampai 10 menit, paket itu langsung ludes.
Takhayul menjelang ujian masuk perguruan tinggi tak hanya berlaku di Jepang. Di Korea Selatan, dianggap sial untuk makan makanan berlendir atau mendapat telur retak sebelum ujian berlangsung. Ada-ada saja ya?
Copas From :http://japanesestation.com/ 

Ini nih, Kucing yang Mempunyai Wajah Tidur Terjelek di Jepang


Lihat kucing ini..lucu ya??

Coba lihat pas kucing ini lagi tidur, masih bilang lucu?



Inilah Setsu-chan. Kucing kecil ini jelas lucu ketika dia dalam kondisi bangun. Namun ketika dia mengantuk, segalanya berubah 180 derajat.

Seperti dilansir dari Kotaku (10/12), awal musim panas tahun ini seorang ilustrator bernama Minomulai mengunggah foto-foto dari kucingnya, Setsu-chan, dalam laman Twitter-nya. Namun, ada perbedaan besar antara saat dia terbangun dan saat tidur (negao). Biasanya, hewan yang lucu akan memiliki wajah tidur yang lucu juga. Namun ternyata itu tidak terjadi pada Setsu-chan, dan itulah yang membuat netizen (dan mungkin juga pemiliknya) merasa bingung.

Wajah tidur Setsu-chan pun menjadi semakin populer saat dia tampil dalam sebuah televisi Jepang, dan akhirnya photobook-nya pun akhirnya dirilis. Tak heran jika photobook itu diberi judul The Most Awful Sleeping Face in Japan: The Unparallelled Beautiful Cat Setsu-chan. Seperti inilah cover bukunya.


Copas From :http://japanesestation.com/ 

Rabu, 10 Desember 2014

Di Jepang ada Kota Buku Bekas Terbesar di Dunia Lho

Siapa yang sudah pernah pergi ke Jepang? Atau apakah ada di antara kalian yang sekarang sedang melanjutkan studi di Jepang? Tempat apa yang sudah pernah kalian kunjungi di Jepang? Mungkin Jimbocho bisa kamu masukkan ke dalam bucket list-mu sebagai pencinta buku. Konon katanya, Jimbocho town ini adalah kota dengan jumlah toko buku bekas terbesar di dunia, lho!



Jimbocho terletak di sekitar daerah Chiyoda, Tokyo. Selain populer sebagai kota buku bekas, Jimbocho juga terkenal dengan teater dan barang-barang antik. Meskipun pernah terbakar di sekitar tahun 1931, sentra buku bekas ini dihidupkan kembali oleh seorang professor bernama Shigeo Iwanami yang membuka sebuah toko buku. Saat ini, Jimbocho telah menjadi melting pot, tempat para intelektual serta penikmat buku untuk berburu buku bekas.

Buku-buku yang dijual pun sangat beragam, meskipun kebanyakan genre-nya adalah teater, terutama Kabuki. Walaupun level Bahasa Jepang-mu masih belum mencukupi, kamu juga bisa menemukan banyak buku dengan visual yang menarik.




Untuk teman-teman yang berencana datang ke sana langsung, situs pariwisata Jimbocho memberikan informasi yang cukup lengkap, mulai dari daftar toko buku, hingga makanan yang bisa kamu coba di daerah sekitar sini. Termasuk juga, path yang kamu bisa lalui untuk jalan-jalan di daerah ini dan toko-toko yang harus kamu lihat!
Jimbocho juga punya festival buku bekas sendiri tiap tahunnya, namanya Kanda Book Festival. Tahun 2014 ini, adalah kali ke-55 buku festival ini diadakan. Sudah cukup lama, ya?
Selama masa festival, 500 meter jalanan yang penuh dengan toko buku dan rak buku, ‘disulap’ agar semuanya menghadap ke jalanan. Atmosfir ‘pasar’-nya benar-benar terasa, karena walaupun toko-toko ini sudah membanting harga buku mereka, kamu masih bisa menawar. Tahun ini, Festival Buku Bekas Kanda berlangsung antara 25 Oktober hingga 3 November. Selain festival buku bekas, ada juga pameran buku langka, lho!
Sudah siapkah kalian berburu buku bekas di Jepang? Kalau belum, bisa dimulai dengan menabung untuk membeli tiket pesawatnya dulu, ya!
Copas From:http://japanesestation.com/

Selasa, 09 Desember 2014

Mendengarkan Lagu yang dibenci Bikin Pelit dan Egois Lho


Tim peneliti dari Nara University of Education, Jepang melakukan percobaan dengan melibatkan 11 partisipan pria dan wanita, yang usianya rata-rata 21 tahun.
Masing-masing dari mereka diminta mengisi sebuah kuesioner untuk mengungkap selera musik partisipan sekaligus mengetahui emosi apa yang pernah ditunjukkan partisipan saat mendengarkan lagu tertentu.
Kemudian mereka diperdengarkan lagu-lagu yang mereka sukai dan yang tidak. Setiap kali selesai memutar lagu, peneliti sengaja menambahkan suara hening untuk menetralkan emosi partisipan karena lagu yang diputar.
Setelah itu, setiap partisipan diberi uang dan diminta membagikannya kepada sejumlah orang, meskipun hanya berupa simulasi di komputer. Namun dari situ ketahuan mereka yang baru saja mendengarkan lagu kesukaan tampak lebih banyak mengeluarkan uang ketimbang yang baru saja mendengar lagu yang mereka benci.
Ini berlaku baik untuk partisipan pria maupun wanita. “Ini artinya musik memang bisa mendorong perilaku altruistik pada diri seseorang. Bila mereka mendengar lagu yang tidak disukai, mereka akan cenderung egois dan pelit,” simpul peneliti seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (3/12/2014).
Peneliti menduga emosi bisa terpancing hanya dengan mendengarkan lagu karena lagu tertentu dapat mempengaruhi aktivitas struktur limbik dan paralimbik yang ada di otak. Sistem limbik memang merupakan salah satu bagian otak besar yang disebut-sebut bertugas mengatur emosi manusia.
Di sisi lain, peneliti juga menemukan terlepas lagu tersebut memiliki lirik atau tidak, hal ini nyatanya tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat kemurahan hati seseorang. Suka atau tidak, itu saja.
Jangan heran bila fans penyanyi tertentu jadi lebih dermawan ketika mendengarkan lagu idolanya, seperti halnya yang dilakukan fans boyband dan girlband Korea. Meskipun terpisah jarak, misal beda kota atau beda negara, para fans ini akan mengumpulkan sejumlah dana atau dibelikan beras untuk kemudian disumbangkan kepada orang yang membutuhkan, atas nama idola mereka.
Copas from :http://japanesestation.com/

Jumat, 05 Desember 2014

HEBOH! Gambar Tertua di Dunia Berasal dari Jawa




Torehan tertua di dunia yang terdapat pada cangkang ternyata berasal dari tanah Jawa, tepatnya dari situs Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Penelitian yang dipublikasikan di Naturepada Senin (1/12/2014) mengungkapnya.

Josephine CA Jordens, peneliti pada Fakultas Arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, beserta rekannya adalah pihak yang mengonfirmasi bahwa torehan tersebut merupakan yang tertua, berasal dari masa 500.000 tahun lalu.

Jordens sedang mengerjakan proyek penelitian tentang penggunaan sumber daya laut oleh spesies manusia purba Homo erectus di situs Trinil, Jawa Timur. Ia kemudian menganalisis cangkang kerang air tawar spesies Pseudodon vondembuschianus trinilensis.

Saat menganalisis, ia menemukan perforasi atau lubang-lubang kecil selebar beberapa milimeter pada permukaan cangkang kerang. Menurut dia, hal itu merupakan indikasi adanya orang pada masa itu yang berupaya membuka cangkang dengan alat tajam macam gigi hiu.

Rekan Jordens kemudian memotret cangkang tersebut dan mengamatinya lebih detail. Lewat pengamatan saksama, diketahui bahwa permukaan cangkang tersebut memiliki torehan-torehan berbentuk zig-zag.

Pengamatan di bawah mikroskop kemudian menguak bahwa pola zig-zag itu dibuat secara sengaja. Garis zig-zag yang masing-masing memiliki panjang 1 cm tersebut kontinu, tidak putus-putus, menunjukkan bahwa pembuatnya menaruh perhatian pada detail.

Jordens dan rekannya melakukan penanggalan pada sedimen yang terdapat pada cangkang dengan argon dan luminescence. Hasil penanggalan mengungkap bahwa pola zig-zag itu berasal dari masa 500.000 tahun lalu, bukan dibuat oleh Homo sapiens, melainkan Homo erectus.

"Penemuan ini sangat spektakuler dan berpotensi mengubah cara pandang kita tentang Homoawal (manusia purba)," kata Nick Barton, arkeolog dari Universitas Oxford yang tak terlibat studi.

Apakah torehan tersebut merupakan bentuk seni? Jordens mengatakan, "Jika Anda tidak mengetahui tujuan dari seseorang yang membuatnya, maka tidak mungkin untuk menyebutnya sebagai seni."

"Akan tetapi, di sisi lain, ini adalah gambar purba. Ini adalah cara untuk mengekspresikan diri. Apa tujuan dari orang yang membuatnya, kita tidak tahu," ungkap Jordens seperti dikutipNature, Rabu (3/12/2014).

Clive Finlayson, pakar hewan dari Museum Gibraltar yang juga terlibat dalam studi, mengatakan, yang terpenting dari temuan ini adalah bahwa manusia purba sudah punya kemampuan berpikir abstrak, sama seperti manusia modern.

Cangkang kerang yang dianalisis ditemukan oleh paleontolog Eugene Dubois di situs Trinil pada tahun 1896. Dubois juga menemukan kerangka Homo erectus. Kerangka dan cangkang itu lalu dikirim ke Museum Leiden pada tahun 1930. 

copas from :http://sains.kompas.com/

Orang batak nih, Ahli Hukum Luar Angkasa Pertama di Indonesia




Banyak orang Batak menjadi pakar hukum ataupun pengacara, menangani ragam kasus pidana dan perdata. Namun, Raymond Jr Pardaeman Sihombing berbeda dari lainnya. Kepakarannya adalah hukum luar angkasa atau sub-orbital law.

Jumat (28/11/2014) waktu Moskwa, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Djauhari Oratmangun, memperkenalkan Raymond kepada para tamu pertemuan di Wisma KBRI di Moskwa.

"Ahli hukum di Bumi sama banyak dengan undang-undang yang dibuat manusia. Namun, Raymond ini ahli hukum luar angkasa," demikian kata Oratmangun dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah warga negara Rusia yang belajar bahasa Indonesia tersebut.

Raymond lahir di Jakarta bulan Juni, 32 tahun lalu. Meskipun tidak lahir di tanah Batak, dia dikatakan teguh memegang tradisi tetuanya yang berasal dari Nias-Samosir.

Masa remaja Raymond banyak dihabiskan di Bali dan Jawa, mengikuti orangtuanya yang selalu berpindah tugas. Ayah Raymond adalah Romulus Sihombing, pernah tercatat sebagai wartawan Antara. Sementara itu, ibunya adalah Jemdiana Simangungson.

Raymond menyelesaikan studi S-1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Tahun 2005, dia ke Rusia untuk melanjutkan studi di Universitet Druzhby Narodov. Di sanalah, dia berkenalan dengan hukum luar angkasa.

Ditemui di Wisma KBRI Moskwa, Raymond bercerita bahwa dulu sebenarnya ada dua orang Indonesia lain yang belajar hukum luar angkasa pada jenjang S-2. "Kalau enggak salah mereka itu Adnial Roemza dan Zefri Tamnerton," katanya.

Meski demikian, hanya Raymond yang terus giat menekuni hukum luar angkasa hingga belajar di jenjang doktoral. Raymond kini menekuni kajian aspek hukum luar angkasa internasional yang terkait dengan wisata luar angkasa. Dia tengah menyelesaikan disertasinya.

Hingga saat ini, belum ada warga negara Indonesia yang menekuni hukum luar angkasa. Mahasiswa yang menekuni ilmu tersebut di Rusia rata-rata berasal dari negara Eropa, Amerika, dan Rusia sendiri.

Raymond bercerita, kebanyakan mahasiswa mempelajari teknikremote sensing untuk spot minyak. "Soal turisme, baru Raymond," kata alumnus SMA Seminari Garum Blitar, Jawa Timur, pada tahun 1999 ini.

Belajar ilmu hukum luar angkasa, Raymond bangga karena dia pernah mengikuti kuliah Professor Gennady Petrovich Zhukov, tokoh asal Rusia yang menjadi peletak dasar ilmu hukum luar angkasa di dunia.

Gennady adalah ahli hukum sub-orbital yang ikut mengusulkan kepada Dewan Keamanan PBB tentang mendesaknya tata kelola ruang angkasa untuk kepentingan orbit satelit serta pemotretan dan pemetaan potensi minyak di Bumi.

Medio 2014 lalu, Profesor Gennady meninggal dunia dan mendapat penghormatan besar dari sivitas akademika di Moskwa dan Rusia. Raymond jadi "murid terakhir" Gennady, ilmuwan yang ikut misi ruang angkasa pilot kosmonot Rusia, Yuri Gagarin, pada tahun 1961.

Selain belajar, Raymond juga memiliki kegiatan kesenian. Dia menjadi pelatih bagi 13 warga negara Rusia untuk bernyanyi lagu berbahasa Indonesia. Dia juga menjadi guru menyanyi bagi pacarnya sendiri, Yulia Pavlovna. (Thamzil Thahir)



Copas from : http://sains.kompas.com

Selasa, 02 Desember 2014

Ini lho..Objek Wisata di Jogja yang dibuat syuting film hollywood "Beyond Skyline


Desa Wisata Bleberan yang menawarkan objek wisata Gua Rancang Kencana dan Air Terjun Sri Gethuk akan ditutup untuk umum selama proses syuting film Beyond Skyline. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bleberan Tri Harjono mengatakan, rencananya proses syuting akan berlangsung 10-12 Desember 2014. Selama itu pula, kedua objek wisata tersebut akan ditutup untuk umum.

Beberapa artis yang dimaksud ialah mantan bintang film Captain America, Frank Grillo dan aktor film The Raid, Iko Uwais.

Mereka akan menunjukan kebolehannya dalam berakting di film Hollywood teranyar bertajuk Beyond Skyline pada 10 Desember mendatang.

Selama proses syuting, obyek wisata Sri Gethuk akan ditutup untuk wisatawan terhitung 3 hari sejak tanggal 10 Desember.

Beyond Skyline adalah proyek film fiksi ilmiah tentang serangan Alien yang datang ke bumi pada tahun 2010. Beyond Skyline ini bercerita tentang kisah seorang ayah yang diperankan oleh Frank Grillo, berusaha keras untuk menemukan putrinya yang telah diculik alien.

Sedangkan di tempat lainnya, sebuah kelompok gerakan bawah tanah yang dipimpin oleh Iko Uwais tengah menyusun rencana demi memusnahkan para alien lewat kemampuannya dalam berkelahi. "Ini film action, nantinya mereka akan beraksi tepat di atas air terjunnya," ucap Bambang, petugas bagian pemasaran Sri Gethuk yang ikut mengurusi persiapan syuting film tersebut.

Bagaimana wajah tempat yang akan dibuat syuting itu? ini dia








“Memang akan ditutup sementara. Kami juga sudah melakukan sosialisasi agar tidak ada pengunjung yang kecele,” 
Ada pun sosialisasi yang sudah dilakukan, ujar Tri Harjono, yakni memberikan pemberitahuan melalui situs pengelola serta dibantu situs-situs wisata lainnya. Selain itu, pengelola juga berencana memasang iklan di media massa.
“Selama tutup, nantinya akan ada uang ganti rugi. Setiap hari rencananya akan diganti Rp10 juta,” ujar dia.
Tapi tenang saudara-saudara, walaupun ada bagian dari tempat wisata itu yang di tutup tapi Sri tanjung tetap dibuka.
Pemerintah Desa Jatimulyo Kecamatan Dlingo tidak akan menutup obyek wisata Sri Tanjung di Dusun Dodogan menyusul adanya kabar syuting film Beyond Skyline yang akan digelar di objek wisata Sri Getuk, Bleberan, Playen Gunungkidul pada 10-12 Desember mendatang. Sebelumnya tersiar kabar, objek wisata yang terletak di antara dua kabupaten, Bantul dan Gunungkidul tersebut akan ditutup selama dua hari.

Kepala Desa Jatimulyo Paimo Sastro Wiharjo mengatakan pengunjung tetap bisa mengunjungi ragam pesona keindahan potensi Kali Oyo melalui Sri Tanjung di Dusun Dodogan tanpa terganggu perekaman film. Adapun film itu disebut-sebut akan menampilkan bintang Hollywood, Frank Grillo  dan artis Indonesia Iko Uwais.

“Kita tidak terpengaruh acara itu (syuting film). Pengunjung tetap bisa menikmati Sri Tanjung. Kita tidak menutup,” 

Lebih lanjut, Paimo mengatakan saat ini pembangunan objek wisata desa Sri Tanjung tahap dua sedang berjalan. Namun, tegas dia, sementara waktu pekerjaan pembendungan Sungai Kali Oya dihentikan karena terjadi banjir dan yang gmenenggelamkan bronjong yang sedianya akan terpasang untuk mendukung disain pembangunan yang telah disiapkan.

“Sementara pekerjaan bendung kali kita hentikan karena kemarin banjir. Tapi tetap bisa dikunjungi,” tambah Paimo.


 Sumber copas :http://www.sorotgunungkidul.com/berita-gunungkidul-9839-sebentar-lagi-artis-hollywood-akting-di-sini.html