This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 15 Desember 2014

Hebat! Pembalap Indonesia Raih Podium Asia Dream Cup di Qatar



Pembalap tim Honda Indonesia Aditya Pangestu berhasil naik podium dalam balapan seri VI Asia Dream Cup yang berlangsung di sirkuit Losail, Qatar. Aditya menempati peringkat kedua, di bawah pembalap Malaysia Khairul Idham Pawi.

Dalam balapan ini, Aditya menempati posisi kedua dalam fase kualifikasi hari Sabtu di Sirkuit Internasional Losail, Doha, Qatar. Aditya menyelesaikan balapan penentuan posisi start hanya beberapa detik di belakang pembalap Malaysia, Khairul Idham Pawi dan di depan pembalap Jepang, Koko Masaharu.

Pembalap Indonesia lainnya, Andi Farid Izdihar, sebenarnya memiliki peluang untuk mencapai hasil memuaskan. Tapi di lap terakhir tunggangan Andi mengalami masalah hingga menyebabkannya keluar lintasan.

Andi menempati start di posisi keempat setelah finish pada urutan kesepuluh dalam balapan menggunakan motor 250 cc tersebut. Sebelumnya. dalam tiga kali fase latihan dalam balapan malam hari tersebut, Andi sempat dua kali merebut posisi keempat. Bahkan sempat di depan Aditya saat finish pada latihan ketiga hari Jumat (12/12).

Aditya memang jadi andalan Tim Honda Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih dalam PETRONAS Asia Road Racing Championship 2014 di sirkuit Internasional Losail. Sebelumnya pada balapan di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, Aditya sempat finish pada posisi pertama, sehingga diharapkan mampu merebut posisi terbaik dalam balapan di sirkuit dengan panjang 5,38 kilometer.

Tim Manajer Honda Indonesia Anggono Iriawan mengatakan, persiapan timnya relatif bagus. Data pencapaian semua pebalap dalam sesi latihan menunjukkan peningkatan. ”Kami optimistis karena semua persiapan sudah dilakukan secara matang,” ujar Anggono, di Doha.

Sementara itu, dua pebalap Honda Indonesia lainnya yang turun pada kelas Supersports 600 cc, Dimas Ekky Pratama dan M Fadli Imammuddin, diharapkan memperkaya pengalaman dengan menjajal Sirkuit Losail. Berdasarkan hasil sesi kualifikasi di kelas ini, Dimas berada di posisi start ke-15 dan Fadli pada posisi ke-19.

Copas From: http://olahraga.kompas.com

Keren Nih! Sekolah Robotic Pertama di Indonesia




Semakin majunya teknologi di era ini membuat banyak institusi pendidikan tinggi berlomba-lomba menciptakan jurusan berbasis teknologi komputer. Namun, lain halnya dengan Universitas Bina Nusantara (Binus University) yang mendirikan Binus ASO School of Engineering (BASE).

BASE merupakan program joint venture antara ASO College, salah satu sekolah robotik terkemuka di Jepang, dengan Binus University. Program kerjasama ini membuat kedua institusi pendidikan itu memiliki peran yang lebih dari sekadar kerjasama.

"Joint venture ini merupakan proses 'perkawinan' antara ASO College dan Binus. Jadi, ada tabungan bersama yang berasal dari gabungan pendanaan keduanya," ujar Ho Hwi Chie, Dean of Binus ASO School of Engineering, di Kampus Kijang Binus University, Rabu (10/12/2014).

BASE sendiri merupakan satu-satunya sekolah untuk jurusan bidang robotik di Indonesia. Sekolah ini mencoba menggabungkan antara mesin dan komputer dalam satu produk engineering.

Sekolah tersebut memiliki dua program studi utama, yakni Automotive Robotic Engineering dan Product Design Engineering. Kedua program studi itu sama-sama fokus pada bidang teknik, tapi berbeda pada eksekusinya.

"Automotive robotic engineering lebih mempelajari otomatisasi dalam bidang kendaraan bermotor, sementara product design engineering menciptakan karya-karya fungsional yang membantu dalam kehidupan manusia tapi dengan harga ekonomis," jelas Ho Hwi Chie.

Mahasiswa BASE program studi automotive robotic engineering berusaha membuat benda mati, dalam hal ini kendaraan bermotor, memiliki “pikiran” atau intelegensia. Salah satu proyek yang tengah mereka kerjakan adalah sebuah prototipe mobil yang mampu melambatkan lajunya dengan otomatis.

"Kita sedang membuat prototipe mobil yang apabila melanggar marka jalan, maka ia akan otomatis melambat. Ini berfungsi untuk mengurangi kecelakaan ketika mengantuk karena mobil akan mengurangi kecepatannya dan pengendara mobil akan bangun begitu sadar mobilnya melambat," jelas Ho Hwi Chie.

Sementara itu, program studi product design engineering berlandaskan ilmu teknik industri yang menggunakan sumber daya secukupnya dan tak berlebihan. Output dari program studi ini adalah mahasiswa akan mampu menciptakan ide-ide problem solving dan produk hasil inovasi yang nilai gunanya bertambah.


M LATIEF Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo (kedua dari kiri) dan CEO of ASO College Group, Yutaka Aso, pada jumpa pers Binus-ASO School of Engineering (Base) di The Joseph Wibowo Center, Senin (25/8/2014).
Selanjutnya, Ho Hwi Chie menjelaskan, BASE melihat bahwa orang Indonesia memiliki kegemaran di bidang otomotif. Karena itulah, mereka kemudian memiliki misi menyediakan sebuah lembaga yang akan mengakomodasi kebutuhan tersebut. Selain itu juga untuk menciptakan kemampuan anak bangsa lebih baik lagi.

"BASE mencoba mempersiapkan bangsa Indonesia untuk siap menghadapi AFTA 2015. Jangan sampai anak bangsa malah jadi penonton di negeri sendiri," ujar Ho Hwi Chie.

Dia menambahkan, pembentukan BASE sebagai sekolah robotik satu-satunya di Indonesia bukan tanpa alasan. Selaku selaku induk utama BASE, pihak Binus University melihat adanya kesempatan yang terbuka lebar bagi lulusan BASE.

"Artinya, pasarnya sebetulnya ada. Ada harapan bagi orang-orang Indonesia, bahkan dunia, untuk memaksa membeli barang-barang dari luar negeri. Nah, kenapa kita tidak ciptakan sendiri. Cuma, ilmu-ilmu robotik ini masih kurang mendapatkan perhatian, dan kita malah fokus pada ilmu-ilmu dasar," jelas Ho Hwi Chie.


Dok Binus ASO School of Engineering (BASE). Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer.

 Untuk tujuan itu, ada beberapa jenjang karier yang disasar dari kedua program studi tersebut. Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer. Sementara itu, lulusan product design engineering diharapkan mampu menjadi product planning engineer, project design engineer, digital modeler engineer, digital product engineer, dan applied product manufacturing.Bagaimana kuliah robot?

BASE merupakan sebuah sekolah robotik khusus untuk lulusan IPA di SMA-nya. Hal ini dikarenakan lulusan IPA telah memiliki dasar ilmu pengetahuan yang digunakan di BASE.

"Anak-anak yang penting itu dari IPA. Kalaupun ada dari IPS akan ada tes matematika tertentu. Hanya saja, kita tidak menyarankan hal itu," kata Ho Hwi Chie.

Selain itu, BASE juga mengadakan tes tertulis dan wawancara untuk menguji kelayakan calon mahasiswanya. Program beasiswa pun tak luput dari sekolah ini.

"Kita ada program beasiswa, syaratnya nilai kuliahnya harus baik dan IP ada di atas 3,00 dan beasiswa itu bisa didapat setelah mereka menjalani perkuliahan di BASE," kata Ho Hwi Chie.

Joint venture dengan Jepang ini semakin terasa dengan kehadiran dosen-dosen asal ASO College. Para mahasiswa juga mendapatkan esktrakurikuler bahasa Jepang guna memperkuat kemampuan bahasa Jepangnya selama periode magang di Jepang.

"Jadi, di sini ada program internship di waktu antara semester enam dan tujuh. Mereka dikirim ke Jepang untuk merasakan pekerjaan-pekerjaan yang mereka pelajari di BASE," jelas Ho Hwi Chie.


Copas From:http://edukasi.kompas.com

Muncul Uban di Usia Muda? ini penyebabnya



Munculnya rambut berwarna abu-abu atau putih yang dikenal sebagai uban sering dianggap sebagai pertanda dimulainya proses penuaan. Bagaimana tidak, rambut beruban memang sangat identik dengan manula. Namun, tidak sedikit kaum muda yang telah ubanan.

Nah, apakah uban yang muncul di sela-sela rambut saat usia masih muda adalah pertanda penuaan dini? Benarkah uban tersebut mengindikasikan kondisi lain yang terjadi di dalam tubuh? Berikut penjelasannya.

Menurut para ahli medis, gaya hidup dapat memengaruhi munculnya uban sejak usia yang masih muda. "Merokok, misalnya, membuat kulit dan rambut menjadi stres. Kadar vitamin B12 yang rendah di dalam tubuh juga menyebabkan hilangnya pigmen rambut," kata Dr Karthik Krisnamurthy, Direktur Pusat Dermatologi di Montefiore Medical Center di New York, Amerika Serikat.

Lalu, bagaimana agar uban tidak cepat-cepat muncul pada usia muda? Menurut Dr Wilma Bergfield, dermatolog senior di Cleveland Clinic, mulailah mengonsumsi makanan-makanan sehat, misalnya wortel dan hati.

Di samping itu, makanan yang mengandung vitamin, nutrisi, dan antioksidan juga dapat membantu melindungi Anda dari toksin, serta berkhasiat mencegah serangan jantung, kanker, dan gangguan lainnya, termasuk munculnya uban.

Penyebab lain munculnya uban pada usia muda adalah stres. Dr Roopal Kundu, profesor dermatologi dari Northwestern University, Amerika Serikat, menjelaskan, stres sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan munculnya uban di antara rambut hitam Anda.

"Akan tetapi, stres berimplikasi pada banyak masalah rambut dan kulit. Selama menderita sebuah penyakit, misalnya, seseorang dapat mengalami kerontokan rambut dengan cepat. Rambut yang rontok setelah tindakan yang menimbulkan stres, misalnya kemoterapi, dapat digantikan dengan rambut baru yang tumbuh, tetapi memiliki warna yang berbeda dari warna rambut asli," papar Dr Kundu.        

Copas From:http://female.kompas.com                                              

Lambat Apa Lambat? Kecepatan Internet Indonesia Nomor 101 Dunia


Lembaga penyedia layanan cloud global, Akamai Technologies Inc, kembali merilis laporan State of the Internet. Di negeri ini, Akamai mencatat kecepatan akses internet rata-rata sebesar 2,5 Mbps, naik 5,1 persen dari angka 2,4 Mbps yang tercatat pada kuartal sebelumnya.

Angka 2,5 Mbps yang tercatat pada kuartal II 2014 sudah jauh lebih tinggi dibandingkan enam bulan sebelumnya, pada kuartal IV 2013, yang menunjukkan bahwa kecepatan akses internet rata-rata Indonesia terpantau hanya sebesar 1,6 Mbps.

Meski mengalami peningkatan kecepatan, peringkat internet Indonesia justru turun dari urutan ke-93 menjadi urutan ke-101 di seluruh dunia karena beberapa negara lain mencatat kenaikan kecepatan lebih tinggi.

Bagaimana negara lain? ini dia peringkanya


Copas From: http://tekno.kompas.com

Indonesia Juara 13, Internet Paling Aman di Dunia


Indonesia berada di peringkat ke-13 dalam daftar indeks keamanan cyber global. Daftar yang dirilis International Telecommunication Union (ITU) dan ABI Research tersebut meliputi 193 negara di dunia.

"Dari sekitar 193 negara yang di ukur tingkat keamanan cyber-nya oleh badan telekomunikasi dunia atau ITU, Indonesia menempati peringkat ke-13," kata Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) Rudi Lumanto di Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Ia mengatakan wakil Asia yang masuk dalam peringkat lima terbaik dunia hanya Malaysia, yang menduduki peringkat ketiga bersama Australia atau hanya satu peringkat di bawah Amerika dan Kanada.

Malaysia bahkan sanggup mengalahkan Jepang dan Korea dalam penilaian ini.

"Ada lima komponen utama yang dinilai dalam indeks ini yaitu ukuran legal, ukuran teknis, ukuran kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama," katanya.

Ia menjelaskan, penilaian legal meliputi kelengkapan regulasi terkait kejahatan cyber dan ukuran teknis antara lain dilihat dari ada tidaknya organisasi semacam CERT/CIRT/CSIRT beserta standar dan penerapannya.

Rudi melanjutkan, ukuran kelembagaan dilihat dari kebijakan terkait kelembagaan, peta jalan pengelolaan, badan atau lembaga yang bertanggung jawab dan tolok ukur nasional sementara peningkatan kapasitas dilihat dari ada tidaknya pengembangan standar, sumber daya manusia terampil, sertifikasi profesional, dan sertifikasi kelembagaan.

Sementara ukuran kerja sama dinilai dari ada tidaknya kerja sama dalam negeri, kerja sama antar-lembaga, kerja sama swasta dan pemerintah serta kerja sama internasional.

Di Indonesia, ID-SIRTII juga merilis laporan tahunan keamanan cyber dalam acara National Security Day di Bandung pada November 2014.

"Sejumlah ruang lingkup itu seperti jumlah serangan cyber dan karakteristiknya di Indonesia, kegiatan pembangunan CERT, kegiatan peningkatan kapasitas dan kegiatan kerja sama, yang semua ini hanya masuk dan berkontribusi pada tiga ukuran Global Cyber Security Index," katanya.

Menurut laporan tahunan ID-SIRTII tersebut, Indonesia yang mendapat serangan cyber lebih dari 42 juta sepanjang 2014 dan berisiko besar terkena dampak keamanan cyber yang lemah.

Copas from:http://tekno.kompas.com

Kamis, 11 Desember 2014

Kapal Selam Jerman di Temukan di Indonesia, Setelah 70 Tahun Hilang


Tujuh puluh tahun teronggok di dasar Laut Jawa, kapal selam Jerman ditemukan oleh tim Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dan Komunitas Sejarah Roodesbrug, Surabaya.

Bangkai kapal yang ditemukan diduga merupakan salah satu dari kapal selam Jerman yang dikirim untuk membantu Jepang pada masa Perang Dunia II, U 168 dan U 183. Kapal karam karena serangan kapal Belanda Zwaardvisch pada tahun 1944.

Memaparkan temuan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kamis (11/12/2014), tim TNI AL dan Roodesbrug mengungkapkan, ekspedisi untuk menemukan kapal itu berawal dari berita simpang siur.

"Saat itu, ada berita di media massa tentang adanya kapal selam Jerman di Laut Jawa. Tetapi, sampai beberapa kali diberitakan, belum jelas apakah memang ada kapal di sana," ungkap Mayor Laut Yudo Ponco Ari dari Komandan Datasemen Tiga Satuan Kopaska Armatim Surabaya.

Tim pun memulai ekspedisi ke wilayah Laut Jawa yang berada di utara Karimun Jawa. Berangkat pada 30 Mei 2014 malam, tim berhasil mencapai lokasi kapal pada pagi hari berikutnya.

Menyelam hingga kedalaman 25 meter, tim akhirnya menemukan bangkai kapal selam Jerman yang sebelumnya banyak dibicarakan. Tanda bahwa kapal selam itu milik Jerman di antaranya terdapat lambang Nazi pada sejumlah peralatan di dalam kapal.

"Lokasi kapal ternyata jauh dari Karimun Jawa. kalau kita mendarat, justru lebih dekat ke wilayah Kalimantan," ungkap Yudo yang bertindak sebagai pimpinan dalam penelitian kapal selam itu.

Adi Erlianto Setiawan dari Roodesbrug menjelaskan, tim berhasil mengamati permukaan bangkai kapal, masuk ke dalamnya, serta menemukan fakta-fakta menarik lain tentang lubang kapal dan sejumlah artefak di dalamnya.

Tim menemukan lubang di bagian depan kapal. Diduga, lubang tersebut merupakan bekas lubang tempat peluncur terpedo. Bagian itu berlubang sebab terbuat dari bahan kuningan sehingga habis dimakan usia.

Di dalam kapal, tim menemukan sejumlah tengkorak, alat makan, botol parfum, botol wine, dan botol sake. Temuan ini memberi perunjuk tentang cara hidup tentara Jerman di kapal selam itu. "Mereka tidak pernah mandi sehingga butuh parfum banyak," kata Adi.

Tim juga menemukan bagian kapal yang koyak. Diduga, bagian itulah yang terkena serangan Belanda. Adi menduga, bangkai yang ditemukan adalah bagian depan kapal. "Bagian belakang tidak tahu berada di mana," katanya. Kapal diperkirakan punya panjang 30 meter.

Sebelum tim TNI AL dan Roodesbrug, tim Pusat Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Yogyakarta juga pernah menemukan bangkai kapal selam Jerman di Laut Jawa yang dekat dengan Karimun Jawa.

Diberitakan National Geographic Indonesia (22/11/2013), tim juga menemukan piring bertuliskan Rieber Mitterteich, sebuah pabrik porselen terkenal di Bavaria, Jerman. Pada piring itu, terdapat lambang Swastika.

Selain artefak, tim arkeolog yang dipimpin oleh Shinatria Adhityatama pun menemukan kerangka prajurit Jerman yang tak sempat menyelamatkan diri serta sisa-sisa torpedo milik kapal Belanda. 

Arkeolog menduga, kapak selam Jerman yang ditemukan bertipe IXC/40. Sama seperti tim TINI AL dan Roodesbrug, arkeolog juga menduga, kapal selam Jerman yang ditemukan antara U 168 dan U 183.

Apakah bangkai kapal yang ditemukan oleh tim TNI AL-Roodesbrug sama dengan yang ditemukan para arkeolog? Menanggapi pertanyaan itu, Adi mengatakan bahwa dirinya belum dapat memastikan. 

"Ada dua kapal selam Jerman yang tenggelam di Laut Jawa. Dua-duanya berada di dekat Karimun Jawa," katanya. Perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengonfirmasi apakah kapal temuan kedua tim sama. Adi mengatakan, dia belum berkoordinasi dengan para arkeolog.

Pekerjaan rumah lain adalah mengungkap identitas kapal. Adi mengatakan, timnya menemukan obyek yang diduga adalah enigma yang menyimpan kode kapal. "Kalau itu bisa diteliti, kita bisa ungkap apakah ini U 168 atau U 183," katanya.

Duta Besar Jerman George Witchel mengungkapkan bahwa pihaknya siap membantu untuk mengungkap identitas kapal itu. Dalam konferensi pers, duta besar meminta beberapa data yang bisa digunakan untuk pengecekan.

Lebih lanjut, Tim TNI AL dan Roodesbrug mengungkapkan perlunya konservasi bangkai kapal tersebut. Menurut mereka, bangkai kapal itu bisa menjadi daya tarik wisata bawah laut. Saat ini, bangkai kapal terancam dicuri. 


Copas From: http://sains.kompas.com/

Salut Sama Bapak Polisi ini, Berani Menilang Istri Sendiri.

Siang itu matahari sangat terik. Seorang perempuan muda pengendara sepeda motor berhenti bersama sederet pengendara lain saat lampu lalu lintas sedang berwarna merah. Seseorang tampak menghubunginya melalui ponsel. Ia pun mengambil ponsel, dan menyelipkan di helm yang dikenakannya. 

Wanita itu terlihat buru-buru. Lampu lalu lintas masih menunjukkan warna merah. Namun, ia tak memedulikannya. Ia menerabas. Kontan, laju kendaraannya menghalangi rombongan kendaraan dari arah seberang. 


Saat kegaduhan itu terjadi, seorang polisi lalu lintas melihatnya. Polisi itu lalu meminta sang perempuan menepi, dan memberi tahu bahwa tindakannya melanggar lalu lintas. Polisi itu lalu mengeluarkan surat tilang.

Di tengah-tengah tindakan polisi itu, sang perempuan menyadari bahwa polisi yang menilang adalah suaminya. Ia lalu merajuk meminta dibebaskan. Namun, polisi itu tanpa kompromi tetap menilang sang istri.

Sehari berlalu, matahari telah redup, dan sang polisi pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor dinasnya. Ia melepas helm, lalu menuju ke arah pintu. Namun, ia tak mendapati istrinya membukakan pintu. Pintu rumah pun tak dikunci. Ia kemudian masuk dan mengecek ke dalam kamar. Tenyata, istrinya telah tertidur lelap.

Sang polisi tak marah. Ia membiarkan istrinya dalam tidur. Dia lalu menghadiahkan sekuntum mawar merah, dan meletakkannya di samping tempat tidur. Di sana, tertempel secarik kertas dengan kalimat permintaan maaf. "Ma, maaf tadi papa tilang. Papa harap mama mengerti. Papa cinta mama". 

Kisah ini adalah kisah nyata yang diadaptasi dari kisah Polantas Polres Gresik Aiptu Jaelani yang antikompromi. Saat bertugas, ia pernah menilang anggota KPK hingga istri sendiri. Film pendek yang disebar melalui jejaring sosial Facebook ini adalah persembahan Forum Film Jambi.

Hingga Kamis (11/12/2014) pagi, video ini telah ditonton oleh 467.985 pengguna internet. Beberapa penonton pun meninggalkan komentar atas video ini. "Ini namanya polisi yang menjalankan tugas dengan benar dan sangat terpuji, semoga dapat dicontoh oleh rekan2 polisi yang lainnya, itulah harapan kita Rakyat Indonesia," ungkap salah satu penonton dengan nama Anthony Silverlim. 

Ada pula yang berkomentar dari Ranto Harefa, "Alangkah indahnya Indonesiaku seandainya seperti yang di video tadi. Namun, pada kenyataannya bertolak belakang yang terjadi di lapangan. Polantas acap kali membuat kita jengkel dengan perlakuan penyelesaian tilang di tempat alias Sogokan!"
Video tersebut telah diunggah sejak 17 Mei 2014 dengan diperankan oleh Brigadir Teuku Roy Muhammad Iskandar sebagai polisi penilang. Video ini baru beberapa hari terakhir mendapat atensi dari pengguna internet di Tanah Air, setelah sejumlah media memberitakannya.

Copas From : http://regional.kompas.com/